Surplus 84 Persen, SIMP Kuartal III 2024 Serok Laba Rp806 Miliar
:
0
Bimoli, minyak goreng besutan salim Ivomas. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Salim Ivomas (SIMP) per 30 September 2024 membukukan laba bersih Rp806,19 miliar. Menanjak 84 persen dari episode sama tahun lalu sebesar Rp437,68 miliar. So, laba per saham dasar melejit menjadi Rp52 dari sebelumnya Rp28.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan Rp11,23 triliun, susut 4,91 persen dari edisi sama tahun lalu Rp11,81 triliun. Beban pokok penjualan Rp8,36 triliun, mengalami perosotan dari Rp9,65 triliun. Laba kotor terakumulasi Rp2,87 triliun, mengalami lompatan 32,87 persen dari posisi sama tahun lalu Rp2,16 triliun.
Laba atas perubahan nilai wajar aset biologis Rp166,87 miliar, melesat dari Rp20,23 miliar. Beban penjualan dan distribusi Rp336,99 miliar, menciut dari Rp373,3 miliar. Beban umum dan administrasi Rp601,39 miliar, naik dari Rp553,27 miliar. Penghasilan operasi lain Rp178,4 miliar, naik dari Rp103,86 miliar.
Beban operasi lain Rp423,59 miliar, melejit dari Rp131,19 miliar. Laba usaha Rp1,85 triliun, mengalami lonjakan dari Rp1,22 triliun. Penghasilan keuangan Rp170,51 miliar, surplus dari Rp123,68 miliar. Beban keuangan Rp422,93 miliar, turun dari Rp472,89 miliar. Bagian laba entitas asosiasi Rp2,84 miliar, melonjak dari minus Rp1,81 miliar.
Jumlah ekuitas terkumpul Rp22,58 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp21,72 triliun. Jumlah liabilitas Rp13,12 triliun, mengalami penyusutan dari akhir 2023 sebesar Rp13,29 triliun. Total aset terakumulasi Rp35,7 triliun, menanjak dari akhir tahun sebelumnya Rp3,01 triliun. (*)
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





