IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Suspensi Dibuka Saham Krida Jaringan Nusantara (KJEN) Ambles Lagi 1,81 Persen di Sesi I

01/04/2022, 12:50 WIB

Suspensi Dibuka Saham Krida Jaringan Nusantara (KJEN) Ambles Lagi 1,81 Persen di Sesi I

EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  membuka kembali penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan Saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) mulai sesi I hari ini, Jumat (1/4).

 

Sebelumnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Kamis (31/3) menghentikan sementara (suspensi) atas perdagangan saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) karena terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham KJEN hingga 48,4 persen dari Rp640 per saham pada menjadi Rp330 per saham.

 

Pasca pembukaan suspensi saham KJEN hingga penutupan sesi I hari ini  JUmat (1/4) melemah  lagi 1,81% atau turun  6 point ke harga Rp324 per saham. Tercatat ditransaksikan dari batas atas di level 350 hingga batas bawah di level 308 dengan volume 5.450 lot dan nilai transaksi Rp177,5 juta.

 

Bursa menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,  tulis Kadiv. Pengawasan Transaksi, Lidia M. Panjaitan, dan Kadiv. Pengaturan & Operasional Perdagangan, Irvan Susandy, dalam surat pada laman keterbukaan informasi BEI Kamis (31/3).





Author: K M