EmitenNews.com - Berkah Mulia Mandiri (BITU) membatalkan rencana initial public offering (IPO). Produsen aspal dengan pengalaman lebih dari 20 tahun itu, awalnya akan menjajakan maksimal 550 juta saham dengan kisaran harga Rp131-140 per helai. Dengan skema harga itu, perseroan berpotensi meraup dana segar maksimal Rp77 miliar.


Perseroan menunjuk NH Korindo Sekuritas Indonesia (XA) sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.


Periode book building mulai Selasa, 20-25 Juli 2023 dengan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharappada 31 Juli 2023. Masa penawaran umum (offering) bisa berlangsung pada 2-4 Agustus 2023.


Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, perseroan menawarkan maksimal 137,5 juta waran seri I sebesar 11,392 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Waran seri I itu, diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru perseroan. Setiap pemegang empat saham baru berhak memperoleh satu Waran Seri I, sedangkan setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. Waran Seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama satu tahun.


Sebelumnya, Zeus Kimiatama Indonesia (ZEUS) membatalkan rencana IPO. Awalnya, ZEUS akan melepas maksimal 1.050.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham atau 21,27 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga ditawarkan kepada masyarakat Rp100-105 per lembar. Dengan skema harga itu, ZEUS akan meraup dana segar Rp 105-110,25 miliar.


ZEUS juga menunjuk NH Korindo Sekuritas Indonesia (XA) sebagai penjamin pelaksana emisi efek juga.


Sebelumnya lagi perusahaan fintech pemberi pinjaman online (pinjol) Akseleran juga mengambil langkah serupa untuk membatalkan rencana go public. Ivan Nikolas Tambunan, Group CEO & Co-Founder Akseleran menjelaskan, penundaan IPO dikarenakan kondisi pasar saat ini dibutuhkan waktu yang lebih panjang untuk mendapatkan strategic investor yang tepat yang dapat mendukung perusahaan ke depannya. "Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk menunda IPO untuk sementara waktu," jelas Ivan kepada media Rabu (26/7).


Berdasar data di laman e-ipo perusahaan Penyedia LPBBTI atau P2P Lending melalui Entitas Anak dan Perusahaan Holding, PT Akselerasi Usaha Indonesia Tbk (AKSL) masih berstatus book building yang berlangsung dari tanggal 3 Juli hingga 21 JUli 2023.


Calon emiten pinjaman online ini akan menawarkan sebanyak 2,98 miliar lembar saham dalam penawaran umum perdananya ini yang mewakili sebanyak-banyaknya 29% dari modal ditempatkan dan disetor. Harga saham yang ditawarkan AKSL kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp100-120 per lembar, dan berpeluang meraup total dana sebesar Rp358 miliar.


Bertindak sebagai pelaksana penjamin emisi AKSL adalah PT BRI Danareksa Sekuritas dan BCA sekuritas. (*)