EmitenNews.com - Dua bulan berlalu tanpa progres. Dari April hingga Juni 2026, sebanyak 15 calon emiten masih mengendap di pipeline administrasi OJK dan BEI. Belum satu pun yang mengantongi pernyataan efektif ataupun berniat melantai di bursa.

Dalam perhelatan Rapat Dewan Komisaris Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pipeline pasar modal mencapai 75 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp56,93 triliun.

Dari jumlah itu, di antaranya ialah 15 rencana Initial Public Offering (IPO) yang diproyeksikan akan menghimpun dana sebesar Rp3,65 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebut penghimpunan dana korporasi hingga akhir Mei 2026 baru mencapai Rp68,18 triliun.

“Hingga akhir Mei 2026, nilai penghimpunan dana oleh korporasi di pasar modal mencapai Rp68,18 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers Hasil RDKB Mei, Jumat (5/6/2026).

Dari jumlah itu, kontribusi IPO hanya Rp300 miliar lewat satu perusahaan yakni, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, juga sebelumnya mengatakan, “Sampai dengan 22 Mei 2026 telah tercatat 1 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp0,30 Triliun. Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.”

Komposisi 15 calon emiten itu cukup berat. Sebanyak 11 perusahaan memiliki aset jumbo di atas Rp250 miliar dan 4 perusahaan berskala menengah dengan aset Rp50 miliar sampai Rp250 miliar.

Sektor Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, dan Healthcare masing-masing menyumbang 3 perusahaan. Infrastructures dan Technology masing-masing 2 perusahaan, sementara Energy dan Financials masing-masing 1 perusahaan.

Nyoman sebelumnya juga sempat menargetkan pencatatan rampung sebelum Juni.