Tekstil Hingga Baja Tertekan, LPEI Diminta Pangkas Bunga
:
0
Industri tekstil. (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank didorong untuk memperkuat dukungan pembiayaan bagi sektor industri nasional. Langkah ini difokuskan pada sektor-sektor manufaktur yang tengah menghadapi tekanan berat akibat ketatnya persaingan pasar global.
Sektor-sektor yang dinilai perlu mendapat perhatian mendesak meliputi industri tekstil, sepatu, baja, hingga furnitur. Kementerian Keuangan menilai sektor-sektor unggulan tersebut memerlukan fasilitasi akses pendanaan agar tetap mampu bertahan dan berkembang di pasar internasional.
Berdasarkan publikasi resmi Kementerian Keuangan terkait agenda Indonesia Eximbank Export Connect pada Jumat (11/9/2026), pemerintah menegaskan pentingnya intervensi pembiayaan bagi industri terdampak.
"Kita lihat lagi sektor-sektor kita yang terdesak oleh globalisasi yang dahulu unggul, seperti tekstil, sepatu, dan baja, apakah bisa kita bantu, karena mereka menyatakan saat ini sulit mendapatkan pinjaman," ungkap Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara tersebut.
LPEI diminta aktif berdialog dengan pelaku industri serta menawarkan suku bunga pembiayaan yang lebih terjangkau. Guna menunjang efektivitas skema pembiayaan tersebut, pemerintah membuka peluang penyesuaian parameter indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) LPEI.
"Coba bicara dengan industri, tekstil, furniture dan lain lain, dan coba tawarkan bunga pembiayaan yang murah. Bila masih ketinggian juga, nanti saya lihat, apakah KPI pendapatan bunga LPEI perlu diturunkan, tidak perlu tinggi tapi efektif menjawab harapan pelaku usaha. Kan saya yang menentukan parameter kinerjanya," jelas Purbaya.
Arahan tersebut mempertegas mandat LPEI sebagai policy bank sekaligus Special Mission Vehicle (SMV) Pemerintah dalam melengkapi ekosistem pembiayaan ekspor serta membuka peluang pasar baru.
Merespons arahan tersebut, Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso menyatakan komitmen lembaga dalam memberikan dukungan tepat sasaran bagi industri nasional melalui pendekatan komprehensif.
"Nilai yang kami bawa tidak berhenti pada pembiayaan, tetapi dirumuskan melalui Beyond Financing, Developmental Impact, dan Sustainability," ungkap Sukatmo.
Langkah penguatan pembiayaan ekspor ini memiliki arti strategis bagi perekonomian Indonesia. Penyediaan bunga pinjaman yang terjangkau bagi sektor tekstil hingga furnitur berpotensi menjaga keberlangsungan puluhan ribu tenaga kerja domestik, menahan laju pemutusan hubungan kerja (PHK), serta memperkuat cadangan devisa hasil ekspor nasional.(*)
Related News
Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Dapat Arahan Khusus dari Presiden
Purbaya Out! Suahasil Nazara: Defisit APBN Tetap Dijaga di Bawah 3%*
Kekayaan Suahasil Nazara Tembus Rp138,16 Miliar, Data LHKPN 2025
Nasib Tragis Menkeu Purbaya, Pagi Masih Raker di DPR, Sore Dicopot
Menkeu Purbaya Selesai, Suahasil Nazara Maju Jadi Pengganti
Gantikan Purbaya, Mari Berkenalan dengan Menkeu Suahasil Nazara





