Terapkan Insentif di Tengah BI Rate 5,75% BI Dorong Modal Masuk USD6M
:
0
Ilustrasi Bank Indonesia. dok. SINDOnews.
EmitenNews.com - Sejumlah alasan mendasari Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) pada level 5,75 persen. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan alasan utamanya inflasi yang masih terkendali. Inflasi salah satu acuan utama BI dalam menentukan kebijakan suku bunga. BI juga menerapkan insentif lindung nilai, yang dalam sebulan telah mendorong aliran modal masuk sekitar USD6 miliar.
Dalam penilaian BI, saat ini kondisi inflasi cukup terkendali, terutama tercermin dari inflasi inti Agustus 2026 yang tercatat 2,92 persen secara tahunan (yoy).
"Kami masih merasa nyaman dengan inflasi saat ini. Apalagi kita lihat inflasi inti itu masih sekitar 2 persenan," ujar Destry Damayanti dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/9/2026).
Seperti diketahui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan periode September 2026 mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen. Suku bunga deposit facility juga tetap 4,75 persen, sedangkan lending facility dipertahankan pada level 6,5 persen.
Sejauh ini, bank sentral telah melakukan asesmen dan stress analysis untuk melihat dampak kenaikan suku bunga terhadap perekonomian sebelum menetapkan kebijakan. BI juga melihat setiap dampak dari kenaikan BI-Rate atau kenaikan rupiah dampaknya terhadap ekonomi itu seperti apa.
Di luar itu, BI menilai perekonomian Indonesia masih bergerak di bawah level potensial atau mengalami negative output gap. Kondisi ini menunjukkan masih ada ruang bagi pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan tekanan inflasi yang berlebihan.
"Kalau masih negatif berarti masih ada ruang untuk pertumbuhan ekonomi tanpa mengakibatkan kebanyakan inflasi," ujarnya.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, BI menilai kenaikan suku bunga justru bisa memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Destry memaparkan bahwa berdasarkan asesmen, kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin diperkirakan dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1 persen. "Kalau BI-Rate naik 25 basis poin pak, jadi 0,25 persen, maka pertumbuhan ekonomi itu akan turun 0,1 persen."
Selain mempertimbangkan dampak ke pertumbuhan, BI memilih menggunakan instrumen lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong aliran modal masuk.
Related News
Short Selling Eksklusif Berlaku 1 Oktober 2026 di Sekuritas MG & XC
BEI Sempurnakan Kriteria Papan Pantauan Khusus, Berlaku Mulai Hari Ini
Soal Demutualisasi, BEI Kaji Dua Skema Masuknya Pemegang Saham Baru
OJK Siap Buka Regulasi Investasi di Luar Negeri bagi Dana Pensiun
Dianggap Non-Fundamental, Bos BEI Beberkan Alasan Hapus 4 Kriteria FCA
46 Emiten Masih Berstatus FCA, Ini Alasan dan Daftar Lengkapnya





