Terbebas Suspensi dan HSC: Saham LUCY, Emiten Bar SCBD Sempat ARB
:
0
Bar Lucy in The Sky di SCBD, Jakarta. Foto: NaganTour
EmitenNews.com - Saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY) akhirnya bisa kembali diperdagangkan. Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensi saham emiten pengelola bar Lucy in the Sky di SCBD, Jakarta tersebut mulai sesi I Senin, 20 Juli 2026 di Pasar Reguler dan Tunai.
Pencabutan suspensi akibat penurunan harga saham LUCY ini berselang dengan dicabutnya status High Shareholding Concentration (HSC) dengan tingkat 95% terkonsentrasi pada LUCY per 29 Juni 2026. BEI mencabut status HSC setelah pengendali perusahaan, PT Delta Wibawa Bersama, melepas 378,6 juta sahamnya ke publik pada awal Juni 2026.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Danny Yuskar Wibowo, dalam keterangan tertulis Jumat, 17 Juli 2026, menyebut pembukaan suspensi dilakukan sebagai bagian dari keterbukaan informasi dan perlindungan investor.
"Perdagangan saham LUCY dibuka kembali mulai sesi I tanggal 20 Juli 2026 di Pasar Reguler dan Tunai," ujar Danny.
Sebelumnya, BEI mensuspensi saham LUCY pada 17 Juli 2026 karena terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan.
LUCY merupakan emiten bar dan restoran yang terafiliasi dengan Hapsoro. Saham ini masuk sektor Jasa Konsumen dan tercatat di Papan Akselerasi.
Namun, hari pertama setelah dibuka kembali, saham LUCY langsung tertekan. Berdasarkan data perdagangan pukul 09.12 WIB, LUCY sempat menyentuh dasar level 306 atau turun 34 poin, setara 10,00%. Harga ini menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) intraday.
Di sisi lain, tercatat Happy Hapsoro, melalui kendaraan investasinya PT Sentosa Bersama Mitra, resmi menjadi pemegang saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY). Perusahaan tersebut memegang 75 juta lembar saham atau setara dengan porsi kepemilikan 4,95% dengan total valuasi mencapai Rp48,4 miliar.
Related News
Teken Transaksi Afiliasi dengan Anak Usaha, Begini Pernyataan REAL
Garap Proyek Metro Manila Subway Filipina, Ambisi WTON Pemain Global
4x Dalam Setahun, BCA (BBCA) Akan Bagi Dividen Interim Lagi Rp25/Saham
Tekanan Kinerja Jelang Suksesi Waris, Bos Sido Muncul Ungkap Kondisi
Willgo Zainar Diberhentikan sebagai Komisaris sebelum Jadi Dirut KRAS
Jasa Marga (JSMR) Kemas Laba Rp1,91T, Kini Garap 5 Proyek Jalan Tol





