EmitenNews.com - Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) per 30 September 2026 mengemas laba bersih Rp25,35 miliar. Melorot 56,75 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp58,62 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar ikut menukik menjadi Rp16 dari sebelumnya Rp37.

Pendapatan usaha Rp781,77 miliar, turun 2,09 persen dari periode sama tahun lalu Rp798,52 miliar. Beban pokok pendapatan Rp26,69 miliar, bengkak dari Rp22,33 miliar. Beban langsung Rp436,37 miliar, mengalami pembengkakan dari fase sama tahun sebelumnya Rp417,69 miliar.

Beban pokok pendapatan dan beban langsung Rp463,07 miliar bertambah dari Rp440,03 miliar. Laba kotor Rp318,7 miliar, terkelupas dari Rp358,49 miliar. Penghasilan bunga Rp9,48 miliar, melejit dari Rp8,57 miliar. Penghasilan lainnya Rp25,81 miliar, turun dari Rp28,38 miliar.

Beban umum dan administrasi Rp186,34 miliar, susut dari Rp187,51 miliar. Beban penjualan Rp23,74 miliar, turun dari Rp23,95 miliar. Total beban usaha Rp201,9 miliar, bertambah dari Rp194,2 miliar. Laba usaha Rp116,8 miliar, anjlok dari Rp164,28 miliar. Beban keuangan Rp49,28 miliar, turun dari Rp56,47 miliar.

Jumlah ekuitas Rp1,84 triliun, mengalami perosotan dari akhir tahun sebelumnya Rp1,86 triliun. Total liabilitas Rp1,64 triliun, mengalami penyusutan secara signifikan dari akhir 2025 senilai Rp1,77 triliun. Jumlah aset Rp3,48 triliun, mengalami koreksi dari akhir tahun lalu sebesar Rp3,63 triliun. (*)