EmitenNews.com - Laba bersih emiten batu bara PT Daaz Bara Lestari Tbk. (DAAZ) sepanjang 2025 mengalami tekanan masif di tengah lonjakan biaya operasional dibanding pertumbuhan pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengemas  sebesar Rp263,73 miliar, menyusut 42,10 persen secara year on year (yoy) dari Rp455,42 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini terjadi meski perseroan mencetak topline atau pendapatan sebesar Rp13,1 triliun atau meningkat 29,32 persen yoy dari Rp10,13 triliun. Namun, beban pokok pendapatan justru melesat lebih tinggi yakni, 37,47 persen yoy menjadi Rp12,51 triliun dari Rp9,10 triliun.

Akibatnya, laba kotor terkikis 11,54 persen yoy menjadi Rp902,26 miliar dari Rp1,02 triliun. Tekanan berlanjut ke laba sebelum pajak (EBITDA) yang terpangkas 45,35 persen yoy menjadi Rp392,56 miliar dari Rp718,28 miliar.

Menengok sisi neraca, total aset perseroan tumbuh 22,99 persen yoy menjadi Rp6,31 triliun dari Rp5,13 triliun. Namun, liabilitas juga meningkat tajam 35,29 persen yoy menjadi Rp4,14 triliun dari Rp3,06 triliun.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Selasa (17/3) saham DAAZ tercatat menguat 0,81 persen naik 20 poin di level Rp2.500.