EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 160 pengguna jasa Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) hingga September 2026. Hal itu hampir mendekati target yang ditetapkan hingga akhir tahun sebanyak 200 pengguna jasa. Kendati begitu, jumlah transaksi karbon pada bulan lalu hanya tercatat sebanyak 7 kali.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan bahwa perkembangan bursa karbon saat ini memang masih terbatas. OJK juga terus membidik tambahan suplai unit karbon agar aktivitas perdagangan dapat berkembang lebih besar.

“Memang yang sekarang ini kita harapkan adalah tambahan suplai yang signifikan, supaya pasar ini (bursa karbon) jauh lebih berkembang lagi,” katanya saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/10).

Di samping itu, adanya Sistem Registri Unit Karbon Nasional (SRUK) dapat meningkatkan suplai unit karbon melalui proyek-proyek hijau nasional yang tercatat di IDX Carbon.

Hasan mengatakan SRUK yang diluncurkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH), serta penyempurnaan aturan OJK mengenai nilai ekonomi karbon, menjadi bagian dari fondasi untuk meningkatkan suplai tersebut.

"Sekarang, tentu kami sedang menunggu suplai tambahan dengan basis payung pengaturan baru, Perpres yang baru, SRUK dan juga POJK yang baru, agar nanti dari sisi suplai lebih banyak lagi proyek-proyek hijau nasional yang kemudian dicatatkan unit karbonnya di IDXCarbon," jelasnya.

Dari sisi ­permintaan, Hasan mengungkapkan memang masih lebih banyak seller dibanding buyer di bursa karbon. Namun, ia berharap permintaan dari sisi buyer juga terus meningkat, terutama dari voluntary market yang tengah dikembangkan.

“Buyer yang cukup banyak justru nanti kita harapkan datang dari segmen yang voluntary, yang secara sukarela misalnya korporasi yang mengkampanyekan net zero carbon emission di praktik kegiatan perusahaannya,” tutur Hasan.

Perdagangan Bursa Karbon Masih Sepi

Berdasarkan data yang dihimpun melalui data IDXCarbon, hingga Agustus 2026 jumlah unit karbon tersedia sebesar 3.141.509 ton dengan total volume perdagangan hanya 227 tonCO2, turun 77,7% dari 1.021 tonCO2 di bulan sebelumnya.