EmitenNews.com - Indonesian Paradise Property (INPP) terus memperkuat ketahanan kinerja melalui transformasi portofolio. Itu sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang untuk mendorong target recurring income 75 persen dari total pendapatan konsolidasi pada 2026.

Strategi perusahaan fokus pada pembangunan struktur pendapatan tangguh secara fundamental (structurally resilient revenue mix) ditopang aset-aset penghasil pendapatan segmen perhotelan, dan komersial. Komposisi portofolio itu, meningkatkan visibilitas arus kas, dan memperkuat stabilitas kinerja keuangan perusahaan.

“Paradise Indonesia terus memperkuat struktur pendapatan dengan menjaga porsi recurring income di kisaran 70 persen seiring pengembangan aset yang dilakukan secara konsisten. Kami memiliki pendekatan tidak hanya sebagai pemilik properti, tetapi juga aktif sebagai pengembang yang menciptakan experience value dari properti ikonik milik kami,” tutur Anthony P. Susilo, CEO Paradise Indonesia, dalam acara Business Outlook 2026, di Jakarta.

Arah strategis itu, menjadi fondasi perusahaan dalam mendorong kinerja 2026. Tahun lalu, Paradise Indonesia melengkapi Antasari Place apartment -aset strategis Perusahaan yang berlokasi di Jakarta Selatan- dengan menghadirkan serviced apartment Citadines Antasari Jakarta dalam satu kawasan, dan area extension di pusat perbelanjaan 23 Paskal - Bandung. 

Langkah itu, berkontribusi terhadap peningkatan profitabilitas, dan kualitas imbal hasil portofolio perusahaan. Memasuki 2026, Paradise Indonesia mematok pertumbuhan pendapatan konsolidasi sekitar 5–10 persen, didukung kelanjutan monetisasi unit residensial Antasari Place Tower 1, dan tambahan kontribusi arus kas dari 23 Semarang Shopping Center, dijadwal mulai beroperasi semester pertama tahun ini.

Di samping itu, perusahaan juga akan mengembangkan konsep properti low-density lifestyle di Balikpapan sebagai langkah diversifikasi segmen baru sebagai bagian dari transformasi bisnis Paradise Indonesia tahun ini, berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. Selain mengoptimalkan kinerja aset eksisting, perusahaan secara konsisten menjalankan strategi perluasan pasar melalui ekspansi terukur dan selektif. 

Setiap pengembangan proyek dilakukan dengan berorientasi pada kebutuhan pasar serta mempertimbangkan dinamika dan tren industri, sebagai bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan nilai jangka panjang bagi Perusahaan. (*)