EmitenNews.com - Indonesia berkomitmen terus memperkuat kerja sama strategis dengan Rusia, khususnya dalam sektor perdagangan dan ekonomi kedua negara. Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai USD4,8 miliar, meningkat 21,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Demikian pernyataan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, di Jakarta, Jumat (15/5/2926). Ia memastikan, hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia terus menunjukkan tren positif.

"Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas," ujar Wamendag Roro saat melakukan pertemuan bilateral dengan Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation Vladimir Ilyichev di Kazan, Rusia.

Pertemuan yang berlangsung Selasa (12/5), waktu setempat itu bertujuan memperkuat hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia.

Mengutip data, Wamendag Roro menyampaikan nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai 4,8 miliar dolar AS atau meningkat 21,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Satu hal, Rusia juga menjadi mitra utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), dengan kontribusi sebesar 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.

Indonesia dan Rusia memiliki hubungan dagang yang saling melengkapi, menurut Wamendag Roro, Rusia menjadi pemasok komoditas strategis bagi Indonesia seperti batu bara, pupuk, dan produk baja.

Sedangkan Indonesia mengekspor berbagai produk unggulan seperti minyak sawit, kopi, produk kelapa, dan kakao ke pasar Rusia.

Wamendag Roro memastikan, Indonesia menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap berbagai produk unggulan nasional. “Kami berkomitmen menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan produk ekspor Indonesia di pasar Rusia."

Wamendag juga menyoroti perkembangan ratifikasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (FTA), yang telah ditandatangani pada Desember 2025 di St Petersburg, Rusia. Pemerintah tengah mempercepat proses ratifikasi domestik dengan target implementasi perjanjian pada kuartal III atau IV 2026.