Perseroan dan Entitas Anak memiliki dan mengoperasikan dua proyek pertambangan nikel laterit aktif. Pertama seluas 4.247 hektar diKawasi yang dioperasikan oleh NCKL dan 1.277 hektar diLoji yang dioperasikan oleh entitas anak, PTGanePermaiSentosa.Keduanyaterletak di Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara.
Selain itu, sampai dengan saatini, Entitas Anak Perseroan memiliki dua prospek pertambangan nikel yaitu PT Obi Anugerah Mineral seluas 1.775 hektar dan PT Jik odolong Megah Pertiwi dengan luas1.885 hektar. Keduanya juga berlokasidi Pulau Obi.
Berdasarkan laporan keuangan interim untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 November 2023 (tidakdiaudit), pendapatan NCKL dari kontrak dengan pelanggan mencapai Rp 9,04 triliun selama periode Januari2022 hingga November2022.
Pencapaian itu naik 17,40% dibandingkan pendapatan NCKL pada periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp7,70 triliun. NCKL juga mencatatkan kenaikan laba usaha NCKL sebesar18,43%, dari Rp3,31 triliun menjadi Rp3,92 triliun per30 November2022.
Related News
Pemerintah Pangkas Produksi Batu Bara, APBI Ingatkan Soal Tenaga Kerja
Bos Danantara Pastikan Ada Tambahan Saham Warga Asli Papua di Freeport
Sekuritas Valas BI Hadir Kembali, Kali Ini Bernilai Rp1,61 Triliun
Pertama Kali Dalam 9 Tahun, Lifting Minyak Lewati Target APBN
Pemerintah Akan Revisi RKAB Untuk Perbaiki Harga Pasar Batu Bara
Uang Primer Adjusted (M0) Tumbuh 16,8 Persen Pada Desember 2025





