Tunggu BI Rate, IHSG Susuri Level 7.200
:
0
Seseorang berjalan di bagian teras depan gedung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,61 persen menjadi 7.140. Saham-saham sektor properti menguat mengantisipasi potensi penurunan suku bunga. Secara teknikal, indeks mampu bertahan di atas MA200 di kisaran level 7.079.
Indikator MACD masih menunjukkan momentum positif diikuti volume beli. Namun, indikator Stochastic RSI berpotensi death cross area overbought. Meski demikian, kesepakatan tarif dengan Amerika Serikat (AS) berpotensi menjadi katalis positif baru sangat kuat. So, indeks berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 7.200-7.250.
Indonesia mencapai kesepakatan dagang awal dengan AS. Di mana, tarif ke AS akan diturunkan menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen. Sedang barang-barang dari AS dikenakan tarif 0 persen. Sebagai bagian perjanjian itu, Indonesia akan membeli energi USD15 miliar, produk pertanian AS USD4,5 Miliar, dan 50 Jet Boeing.
Pasar domestik menanti hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) hari ini, Rabu, 16 Juli 2025. BI ditaksir menurunkan BI Rate 25 bps menjadi 5,25 persen dari 5,5 persen, menurunkan deposit facility rate menjadi 4,5 persen dari 4,75 persen, dan lending facility rate menjadi 6 persen dari 6,25 persen.
Potensi penurunan BI Rate tersebut, didukung oleh pergerakan nilai tukar rupiah lebih stabil. Sebagai salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pelemahan daya beli masyarakat. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor memborong saham berikut.
Yaitu, Erajaya Swasembbada (ERAA), Ciputra Deevelopment (CTRA), Merdeka Copper Gold (MDKA), Medco Energi Internasional (MEDC), dan Darma Henwa (DEWA). (*)
Related News
Outflow Deras Imbas MSCI, Kepercayaan Investor Masih Jadi Tantangan
Volatil, IHSG Sesi I (27/10) Loyo 0,32% ke 5.355
BEI Rombak Penghuni Indeks LQ45, IDX30, IDX80, dan Depak Saham HSC
Sempat Dibuka Tertekan, IHSG Berbalik Naik ke Atas Level 5.400
IHSG Terkoreksi, Angkut Saham SSMS, AADI, dan SMGR
Rupiah Tertekan, BI Bisa Ambil Tindakan ini





