EmitenNews.com - Tower Bersama Infrastructure (TBIG) sepanjang 2023 membukukan laba bersih Rp1,56 triliun. Turun tipis 4,29 persen dari episode sama tahun sebelumnya di kisaran Rp1,63 triliun. Alhasil laba bersih per saham dasar menyusut menjadi Rp69,11 dari posisi sebelumnya Rp73,44. 

Pendapatan Rp6,64 triliun, naik minimalis 1,84 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp6,52 triliun. Beban pokok pendapatan Rp1,90 triliun, bengkak dari edisi sama sebelumnya Rp1,78 triliun. Laba kotor terakumulasi Rp4,73 triliun, turun dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp4,74 triliun. 

Beban usaha Rp504,17 miliar, bengkak dari Rp458,57 miliar. Laba dari operasi Rp4,23 triliun, susut dari Rp4,28 triliun. Pendapatan bunga Rp20,28 miliar, melesat dari Rp13,78 miliar. Kenaikan nilai wajar atas properti investasi Rp2,24 miliar, turun dari Rp15,65 miliar. Penurunan nilai wajar atas menara telekomunikasi Rp5,45 miliar dari nihil. 

Rugi selisih kurs Rp21,34 miliar, bengkak dari untung Rp1,77 miliar. Beban kerugian kredit ekspektasi aset keuangan Rp26,51 miliar, bengkak dari Rp24,99 miliar. Beban keuangan - pinjaman, dan surat utang Rp1,69 triliun susut dari Rp1,69 triliun. Beban keuangan Rp129,24 miliar, susut dari Rp129,78 miliar. Lainnya bersih Rp7,47 miliar, susut dari Rp54,64 miliar. 

Beban lain-lain bersih Rp1,86 triliun, susut dari Rp1,87 triliun. Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan Rp2,37 triliun, terkoreksi dari Rp2,40 triliun. Beban pajak final Rp565,71 miliar, bengkak dari Rp493,43 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp1,80 triliun, turun dari Rp1,91 triliun. Beban pajak penghasilan Rp182,82 miliar, turun dari Rp222,32 miliar.

Laba bersih tahun berjalan Rp1,62 triliun, turun dari Rp1,68 triliun. Total ekuitas Rp12,36 triliun, melesat dari akhir 2022 senilai Rp10,92 triliun. Jumlah liabilitas Rp34,60 triliun, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp32,21 triliun. Total aset Rp46,96 triliun, menanjak dari Rp43,13 triliun. (*)