Tutup 2022, Lo Kheng Hong Jala 200 Ribu Saham Global Mediacom (BMTR)
:
0
EmitenNews.com - Lo Kheng Hong terus memburu saham Global Mediacom (BMTR). Menyudahi tahun 2022, dedengkot pasar modal Indonesia itu, menjala 200.000 eksemplar. Transaksi di pasar negosiasi itu dibidani sejumlah sekuritas.
Paling tidak enam sekuritas membantu transaksi Lo Kheng Hong. Antara lain PT Nilai Inti Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, PT MNC Sekuritas, dan PT Panin Sekuritas.
Dengan transaksi tersebut, timbunan saham milik pria dengan alamat di Jalan Pademangan IV nomor 23 RT002/001, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara (Jakut) itu, menjadi 1,06 miliar lembar atau setara 6,41 persen. Bertambah dari sebelum transaksi sebanyak 1,06 miliar unit alias 6,40 persen.
Sebelumnya, Lo Kheng Hong memborong 3,9 juta saham Global Mediacom. Transaksi di pasar negosiasi itu dibidani enam broker. Antara lain OCBC Sekuritas Indonesia, Panin Sekuritas, Nilai Inti Sekuritas, MNC Sekuritas, Korea Investment and Sekuritas Indonesia, dan Sinarmas Sekuritas.
Menyusul transaksi tersebut, timbunan saham milik pria dengan alamat di Jalan Pademangan IV nomor 23 RT002/001, Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara (Jakut) itu, menjadi 1,06 miliar lembar. Bertambah 0,02 persen dari sebelum transaksi dengan donasi 1,05 miliar helai setara 6,38 persen.
Per 30 November 2022, pemegang saham di atas lima persen Global Mediacom antara lain MNC Asia Holding 7,48 miliar helai alias 45,75 persen, Lo Kheng Hong 1,05 miliar lembar setara 6,47 persen, masyarakat 7,81 miliar helai atau 47,78 persen, dan saham treasuri 231,48 juta lembar. (*)
Related News
Pembiayaan BSI (BRIS) Tumbuh Lebih Agresif, Capai Rp344 Triliun
Dirut Intikeramik (IKAI) Perdana Borong 5 Juta Saham, Saham Ikut Naik
Dirut IKAI Borong 5 Juta Lembar Saham, Harganya Kini Melejit 15%
SMMA Suntik Modal Anak Usaha Bank di Timor Leste USD3,6 Juta
Dirut Paperocks (PPRI) Berangsur Lepas 18 Juta Saham Berkocek Rp3,21M
Kinerja PSSI di 2026, Ada Kemajuan?





