Ubah Strategi Bisnis, ERA Real Estate (IPAC) Putuskan Go Private
:
0
Ilustrasi PT Era Graharealty Tbk. (IPAC). Dok. ERA Indonesia.
EmitenNews.com - PT Era Graharealty Tbk. (IPAC) mengumumkan rencana strategisnya. Emiten bidang waralaba dan jasa agen real estate, secara resmi mengubah status badan hukumnya dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (Go Private). Strategi bisnis berubah membuat IPAC tak lagi memerlukan pendanaan melalui pasar modal.
Manajemen Perusahaan dengan merek dagang ERA Real Estate itu, juga menghapus pencatatan sahamnya dari Bursa Efek Indonesia (Delisting).
Dalam keterangannya yang dikutip Jumat (16/10/2026), manajemen IPAC mengemukakan, keputusan itu diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh atas strategi bisnis jangka panjang.
Alasan utama di balik keputusan tersebut meliputi perubahan strategi bisnis yang membuat perseroan tidak lagi memerlukan pendanaan melalui pasar modal. Juga berdasarkan upaya peningkatan efisiensi biaya operasional guna mendongkrak daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
Lainnya, fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan aset, pengembangan bisnis, dan restrukturisasi usaha.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45 Tahun 2024 dan Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI), rencana Go Private dan Delisting ini wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari para Pemegang Saham Independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
RUPSLB Dijadwalkan Berlangsung Selasa, 20 Oktober 2026
RUPSLB tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026, di TCC Batavia Tower One, Jakarta Pusat, serta dapat diakses secara elektronik melalui fasilitas eASY.KSEI.
Sebagai bagian dari proses tersebut, pemegang saham utama dan pengendali perseroan, yakni APAC Investment 2 Pte. Ltd., akan melakukan Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer) untuk membeli sisa saham milik publik sebanyak-banyaknya 89.305.900 saham atau 9,40% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Berdasarkan formula perhitungan rata-rata harga tertinggi harian di bursa dalam 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPS sebesar Rp172,05 per saham, harga penawaran ditetapkan senilai Rp250 per lembar.
Related News
Program Mesop, Direktur Ini Tambah Saham Erajaya Swasembada (ERAA)
Investasi Langsung, Direktur BRMS Ini Tambah 100 Ribu Lembar Saham
FAST Resmi Tunjuk Mantan Dirut BNI sebagai Pengganti Dalimin Juwono
Bank Mandiri Tegaskan Pemberian Kredit ke Jhonlin Sesuai Ketentuan OJK
IGAR Bersiap Say Goodbye saat Pasar Indonesia Berpotensi Turun Kasta
Bos BYAN & Putri Lego Jutaan Lembar, Setor ke H Isam?





