Unilever (UNVR) Raih Laba Rp2,2T, Turun 12,6% di Semester I-2025
Benjie Yap, Presiden Direktur Unilever Indonesia, Tbk (UNVR).
EmitenNews.com - Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun sepanjang semester I/2025, turun 12,6% secara tahunan (year-on-year/yoy), namun melonjak 139% dibandingkan semester II/2024.
Di tengah tekanan penjualan tahunan yang menurun, kinerja ini menandai titik balik pemulihan profitabilitas perusahaan.
Dalam periode enam bulan pertama tahun ini, Unilever mencatat penjualan bersih Rp18,2 triliun, atau terkoreksi 4,4% yoy. Meski demikian, angka ini mencerminkan pertumbuhan 13,1% dibandingkan semester sebelumnya, menunjukkan tren pemulihan yang mulai menguat.
Margin laba kotor turun 161 basis poin (bps) secara tahunan, namun membaik 305 bps dibandingkan paruh kedua 2024. Adapun margin laba sebelum pajak mengalami penurunan 111 bps secara yoy, namun naik signifikan 819 bps dari semester sebelumnya, mencapai 15,5%.
“Meski kinerja kami belum melampaui capaian tahun lalu, kami melihat perbaikan yang nyata dan bertahap, baik dari sisi penjualan maupun profitabilitas,” ujar Benjie Yap, Presiden Direktur Unilever Indonesia.
Ia menambahkan bahwa lebih dari 55% merek dalam portofolio perusahaan mencatatkan pertumbuhan selama periode ini, menandakan penerimaan pasar yang semakin kuat.
Unilever terus memacu penguatan merek inti seperti Pepsodent, Lifebuoy, Royco, Bango, Sunlight, Axe, dan Clear. Produk-produk ini mengalami pertumbuhan pada semester I/2025 berkat penyempurnaan strategi pemasaran 6P (Product, Price, Place, Promotion, Preposition, Pack).
Perusahaan juga aktif menjangkau segmen premium dan ekonomi bawah. Segmen Beauty & Wellbeing tumbuh pesat sebesar +36%, sementara di segmen bawah, Unilever meluncurkan produk-produk terjangkau seperti sabun batang Lifebuoy, Bango Magic Rp1.000, dan Rinso kemasan Rp500 untuk memperluas akses konsumen.
Belanja iklan dan promosi meningkat menjadi 8,9% dari total penjualan, mencerminkan komitmen Unilever dalam membangun ekuitas merek dan keterlibatan konsumen.
Perseroan juga terus memperkuat model distribusi dan operasional. Di semester I, perusahaan memperluas cakupan distribusi langsung, meningkatkan kapasitas tim penjualan, serta menyesuaikan bauran produk dengan kebutuhan lokal, menghasilkan peningkatan penjualan harian dan distribusi yang lebih menguntungkan.
Sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, Unilever berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp2 triliun. Langkah ini dinilai tepat untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





