Urung Diganti, Budi Waseso Kembali Diangkat Sebagai Dirut Bulog
:
0
Dirut Perum Bulog Budi Waseso. dok. VIVA.
EmitenNews.com - Pemerintah mempertahankan Budi Waseso sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali mengangkat pensiunan jenderal polisi bintang tiga (Komjen) itu, memimpin Bulog untuk periode kedua, mulai 27 April 2023.Maret lalu ada kabar Menteri BUMN Erick Thohir sedang mempersiapkan pengganti pria yang karib disapa Buwas itu. Kabar lainnya, Ketua Umum Kwarnas Pramuka itu bakal dilantik sebagai Menteri Pertanian.
Akun Instagram Perum Bulog, seperti dikutip Minggu (30/4/2023), menyebutkan penunjukan Budi Waseso sesuai Salinan Surat Keputusan Menteri BUMN nomor SK-91/MBU/04/2023 tanggal 27 April 2023 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perum Bulog.
"Segenap Keluarga Besar Perum BULOG mengucapakan selamat kepada Bapak BUDI WASESO yang telah diangkat kembali menjadi Direktur Utama Perum BULOG." Demikian akun Instagram resmi @perum.bulog.
Budi Waseso melanjutkan masa jabatannya sebagai Direktur Utama Perum Bulog yang berakhir 27 April 2023. Periode pertamanya, mantan Kepala Bareskrim Polri itu, diangkat menjadi Direktur Utama Perum Bulog 27 April 2018 menggantikan Djarot Kusumayakti yang menjabat sejak 2015. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-115/MBU/04/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaam Umum (Perum) Bulog.
Sebelumnya kepada pers, pertengahan Maret 2023, Buwas mengaku tidak melakukan persiapan apa pun terkait masa jabatannya sebagai Dirut Bulog yang segera berakhir. Karena itu, jika sewaktu-waktu kepemimpinannya selesai, biasa saja, seperti ketika ia mengakhiri masa dinasnya sebagai anggota Korps Bhayangkara.
Related News
Yield Obligasi 10 Tahun AS dan Australia Bertahan di Bawah 5 Persen
Harga Emas Antam Naik Lagi Rp17.000 per Gram
Saham-Saham di AS Ditutup Menguat Karena Harapan Konflik Mereda
Tekanan Hantui Nilai Tukar Rupiah, Potensi Melemah hingga Rp17.420
Harga Emas Dunia Masih Dekati USD4.700 per Ons
Santuni Korban KRL, Bukti Negara Hadir di Tengah Duka





