EmitenNews.com - Pelaku usaha mikro dengan jumlah sekitar 125 ribu merchant, mendominasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bandingkan dengan usaha kecil yang ‘baru’ mencapai sekitar 30 ribu merchant.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali mengemukakan hal tersebut dalam kegiatan Explore Babel 2026 di Pangkalpinang, Babel, Jumat (28/8/2026)

Ricky Perdana Gozali mengatakan transaksi tersebut ditopang pertumbuhan penggunaan pembayaran nontunai yang semakin luas di masyarakat dan pelaku usaha.

"Hingga Juli 2026, jumlah merchant QRIS telah mencapai lebih dari 196 ribu merchant dengan lebih dari 262 ribu pengguna dan volumenya mencapai sekitar 2,9 juta transaksi," katanya.

Data tersebut menunjukkan digitalisasi pembayaran semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi pelaku usaha kecil dan mikro di Bangka Belitung.

Bagusnya lagi, selain perkembangan pembayaran digital, Babel juga memiliki basis UMKM yang besar. Lebih dari 132 ribu UMKM di wilayah yang dipimpin Gubernur Hidayat Arsani itu menghasilkan beragam produk, mulai dari olahan hasil laut, kerajinan, fesyen hingga tenun.

Potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas dan kemasan produk, akses pembiayaan, pembayaran digital, serta perluasan pasar agar UMKM dapat naik kelas.

Sementara itu, perekonomian Babel pada triwulan II 2026 tumbuh 4,1 persen secara tahunan, sedangkan ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen.

"Aktivitas pertambangan timah dan ekspor komoditas unggulan masih menghadapi tantangan sehingga diversifikasi ekonomi dan peningkatan nilai tambah menjadi kebutuhan bagi daerah," ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi Babel antara lain ditopang sektor konstruksi, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta kinerja pertanian dan perdagangan yang didukung komoditas kelapa sawit dan perikanan.