Usai Nobar Piala Dunia 2026, Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK
:
0
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Dok. Tribunnews.
EmitenNews.com - Baru saja bersenang-senang, mengikuti acara nobar final Piala Dunia 2026 bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat hingga Senin (20/7/2026) subuh, paginya Bupati Lalu Ahmad Zaini (LAZ), terjaring OTT KPK. Sang bupati diduga terlibat dalam penerimaan terkait dengan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Lombok Barat. Ikut disita uang ratusan juta rupiah dalam operasi senyap KPK itu.
Kepada pers, Senin siang, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengkonfirmasi soal OTT ke-16 KPK tahun 2026 itu. Meski demikian, Fitroh belum mengungkapkan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Ahmad Zaini dan barang bukti yang disita dalam OTT tersebut.
Dalam beberapa jam kemudian, ruang kerja orang nomor satu di Lombok Barat itu, sudah disegel aparat Komisi Pemberantasan Korupsi. Terlihat pita merah-hitam bertuliskan 'Dilarang melewati garis batas' terpasang tepat di pintu ruang kerja Bupati.
KPK juga menyegel ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lalu Ratnawo, pukul 07.30 Wita.
Sekretaris Daerah Lombok Barat Akhmad Saikhu mengatakan baru mengetahui penyegelan setelah tiba di kantor. Sebelumnya, Sekda bersama Bupati LAZ dan sejumlah pejabat sempat mengikuti nonton bareng Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di partai final.
Saikhu mengaku terkejut saat mendapati ruang kerja Bupati Lombok Barat dan Kepala Dinas PUPRPKP telah dipasangi pita bertuliskan 'Dilarang Melewati Garis Batas'.
Sekda Saikhu memastikan LAZ tidak berada di kantor saat penyegelan dilakukan. Hingga Senin siang, kata dia, belum ada penjelasan resmi terkait penyegelan tersebut.
Kepada pers, di Gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Senin (20/7/2026), Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, petugas KPK menyita uang ratusan juta rupiah dan beberapa dokumen dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini itu.
“Semua itu masih terus didalami dalam pemeriksaan awal ini,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Dalam kegiatan operasi senyap itu, KPK menangkap 19 orang, tujuh orang di antaranya, termasuk Bupati LAZ dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Related News
Mensesneg Minta Proses Hukum Febrie Jangan Kaitkan dengan Presiden
Ada-ada Saja Ulah Pedagang, Registrasi SIM Biometrik Disalahgunakan
Jaga Konektivitas 3T, ASDP Kembali Buka Layanan Perintis di NTT
Kasus Korupsi Pembiayaan Proyek Batu Bara PLN, Kenali Tiga Tersangka
Temuan BPK, Tagihan Insentif Pajak DTP Rp6,51 Triliun Belum Dicairkan
Pemerintah Genjot Target Bedah Rumah Rakyat, Naik Hampir 9 Kali Lipat





