Usai Pengumuman Saham HSC BEI, Begini Proyeksi IHSG
:
0
Potret mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: EmitenNews/Aji
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi cenderung positif dengan kondisi bullish moderat. Meski begitu, sejumlah faktor masih membayangi dan dapat membatasi ruang penguatan IHSG.
Senior Technical Analyst Mirae Aset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal meski ditutup di atas MA20, potensi penguatan IHSG masih menghadapi tantangan berat sejak pola doji star candle terbentuk.
Ia melanjutkan, berdasarkan indikator stochastic dan RSI menunjukkan sinyal positif didikung kenaikan volume.
“Adapun sektor yang berpotensi menarik ialah sektor-sektor seperti perbankan, konsumsi, petrokimia dan energi, maupun komoditas logam,” ujar Nafan, Rabu (15/7).
Nafan juga menilai, pengumuman penambahan saham HSC oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan menjadi sentimen positif lainnya yang dapat memicu penguata indeks. Penambahan 37 saham HSC diiringi dengan kriteria tambahan price impact ratio dalam metodologi penentuan saham HSC.
Menurutnya, penyempurnaan metodologi HSC tersebut menunjukkan BEI serius dalam mengidentifikasi saham-saham dengan konsentrasi tinggi guna memberikan transaparansi terhadap pasar.
“Penyempurnaan metodologi HSC ini menunjukkan bahwa BEI berupaya membuat mekanisme identifikasi saham berkonsentrasi tinggi menjadi lebih objektif dan komprehensif, sehingga tidak sekadar melihat angka free float, tetapi juga mempertimbangkan aspek pengawasan, likuiditas, volatilitas, dan profil pemegang saham,” tutur Nafan.
Dengan salah satu sentimen tersebut, perdagangan hari ini, indeks diperkirakan bergerak di area support 5.848 dan 5.972 dengan resistance di kisaran 6.127 dan 6.257.
Sementara itu, Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan pergerakan IHSG hari ini relatif terbatas, seiring pengumuman daftar terbaru 51 saham HSC oleh BEI. Menurutnya, penggerak IHSG cenderung mengukti faktor teknikal dan sentimen global.
“Pengumuman (HSC) sudah keluar kemarin, jadi reaksi pasar hari ini lebih banyak mengikuti faktor teknikal dan sentimen global, bukan HSC sebagai driver utam,” ujar Wawan saat dihubungi EmitenNews.
Related News
Demi Masuk OECD, Kemenperin Rombak Total Tata Kelola Kimia
Investor Cermati Saham HSC, IHSG Konsolidatif
Pertama! Bittime Raih Izin Perdagangan Futures dari OJK
IHSG Bertahan di Atas 6.000 Meski Big Banks dan Saham Prajogo Ambruk
Panen Dividen Akhir Juli, Ada ICBP, INDF hingga BRPT
Memantul Naik, IHSG Bangkit Menguat di Sesi I (14/7) ke 6.074





