EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak di rentang 6.300 hingga 6.400 pada perdagangan Kamis (24/9). Akan tetapi, apabila level 6.300 justru tertembus, maka IHSG diperkirakan menguji kembali level 6.200-6.270.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis T menilai secara teknikal IHSG masih bergerak di bawah MA5 dengan stochastic RSI telah berada pada area oversold.

Di samping itu, menguatnya IHSG di penutupan perdagangan sebelumnya ke level 6.374,91 atau naik 1,56 persen menjadi sentimen positif pasar seiring keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75 persen.

Hasil RDG Bank Indonesia masih mempertahankan BI Rate pada level 5.75% (23/9). Untuk deposit facility rate dan lending facility rate masing-masing juga tetap di level 4.75% dan 6.5%.

“Keputusan tersebut menggarisbawahi kekhawatiran bank sentral mengenai stabilitas Rupiah, seiring dengan pergerakan Rupiah yang cenderung stabil, sekaligus tetap menjaga inflasi dalam kisaran target serta mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Alrich.

Begitu pun Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta. Ia menganggap bahwa pasar merespons positif keputusan Bank Indonesia alam mempertahankan BI-Rate di 5,75%. Langkah tersebut diharapkan dapat tetap menjaga stabilitas di tengah gejolak global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Di sisi lain, keputusan tersebut memberikan kepastian terhadap arah kebijakan moneter domestik dan menjadi katalis positif bagi IHSG. 

“Namun demikian, para pelaku investor tetap perlu mencermati tekanan eksternal yang masih cukup kuat. BI sendiri menegaskan bahwa ketidakpastian pasar keuangan global masih tinggi,” ujarnya.

Untuk perdagangan Kamis (24/9), Nafan memproyeksikan IHSG bergerak dengan rentang support di kisaran 6.306 dan 6.254 dengan resistance di kisaran 6.429 dan 6.484.