Vanguard Pegang 2 Saham RI Lebih dari 1%, Satu Terancam Delisting
:
0
Vanguard Pegang 2 Saham RI Lebih dari 1%, Satu Terancam Delisting. Dok. 401kspecialistmag
EmitenNews.com - Di tengah dinamika pasar modal global, keterlibatan manajer aset pasif raksasa yang sering dikelompokkan sebagai The Big Three, kerap diasosiasikan dengan instrumen investasi yang terkurasi secara ketat. Namun, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Juni 2026 mengungkap sebuah anomali menarik sekaligus pelajaran penting bagi investor.
Melalui instrumen yang dikelolanya, The Vanguard Group tercatat memegang posisi di atas 1% pada dua emiten di Bursa Efek Indonesia dengan nasib, fundamental, dan kepastian hukum yang bertolak belakang drastis, yakni PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM).
Satu emiten melenggang sebagai mesin pencetak laba berorientasi ekspor yang mapan, sementara emiten lainnya justru tersandung masalah hukum masif dan berada dalam radar forced delisting (penghapusan pencatatan paksa) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga: BEI Rilis 59 Emiten Terancam Delisting, 18 Daftar Lama Masih Gantung
SMSM: Cerminan Global Screening yang Lolos Saringan Ketat
Dalam daftar kepemilikan saham SMSM per 30 Juni 2026, JPMCB NA RE - Vanguard International Value Fund tercatat memegang porsi 3,05% (175,81 juta lembar saham).
Nama-nama institusi global besar lain seperti Fidelity International dan Invesco turut menghiasi jajaran pemegang saham di atas 1%, bersanding dengan pengendali korporasi PT Adrindo Inti Perkasa (50,54%) dan keluarga pendiri (keluarga Hartono).
SMSM adalah pemain utama di sektor manufaktur komponen otomotif domestik, berfokus pada produksi filter (merek Sakura) dan radiator (ADR) yang telah menembus pasar ekspor di lebih dari 100 negara.
Masuknya instrumen di bawah payung Vanguard (khususnya International Value Fund) merefleksikan saringan fundamental berbasis nilai (value investing). Dengan arus kas yang solid, rasio profitabilitas yang konsisten, serta komitmen pembagian dividen reguler, SMSM secara organik memenuhi kriteria konstituen indeks global yang mencari emiten berkapitalisasi menengah dengan tata kelola (Good Corporate Governance) yang tangguh.
TRAM: Anomali Portofolio Pasif di Tengah Ancaman Forced Delisting
Related News
Saham Pengendali Digadai ke Bank, Laba Emiten Haji Isam Meroket 33%
Nihil Utang Bank, Laba UNVR Naik 25% Meski Ditagih Pajak Triliunan
Untung Miliaran dari Sewa Sekolah, Ini Rahasia Diet Biaya Ekstrem MSIE
Penjualan AXIO Tembus Rp1,36 Triliun, 66 Persennya Cuma dari 2 Klien
Sumbang 30% Sales, Microsoft Beli Lahan Industri DMAS Demi Data Center
Kredit Macet Susut, Laba Bersih Woori Finance (BPFI) Naik Hampir 90%





