Wall Street Anjlok, IHSG Potensial Rebound
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali anjlok. Itu menyusul kekhawatiran investor terhadap kemungkinan kesepakatan damai antara Amerika dan Iran buntu. Apalagi, gencatan senjata Rabu pekan ini masuk babak akhir.
Kekhawatiran tersebut makin membesar menjelang akhir sesi setelah adanya laporan dari New York Times, dan Axios perjalanan wakil presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance untuk bergabung ke tim negosiasi di Pakistan mengalami penundaan. Pasalnya, Iran belum terlihat komitmen untuk kembali menghadiri upaya negosiasi kedua tersebut.
Namun, tidak lama setelah sesi perdagangan ditutup Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata sampai dengan proposal dari Iran diajukan dengan alasan ada perpecahan pemerintahan di Teheran. Koreksi indeks Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, aksi beli investor asing berlanjut berpotensi menjadi sentimen positif.
Itu kemudian diperkuat dengan lonjakan harga komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.495-7.430, dan resistance 7.625-7.690. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham GOTO, DSNG, BBTN, CDIA, PTRO, dan EMAS. (*)
Related News
Harga Minyak Dunia Drop, IHSG Sundul 6.400
IHSG Berpotensi Uji Area 6.476, Pantau Saham-Saham Ini
82 Persen Anggaran ESDM 2027 untuk Program Pro Rakyat, Apa Saja?
Sinyal Bangkitnya IHSG, Analis Sebut 2 Faktor Ini Sebagai Penentu
AS-Iran Bawa Kembali Indeks Kospi ke Level di Atas 8.700
Yang Perlu Kamu Tahu Soal IPO JELI, Cek Selengkapnya!





