Wall Street Drop, IHSG Lanjut Menguat
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu kompak ditutup melemah. Itu seiring perosotan saham emiten semikonduktor di tengah musim laporan keuangan paruh I 2026, dan eskalasi geopolitik di Timur Tengah makin meningkat.
Saham emiten semikonduktor mengalami penurunan sangat tajam pada awal sesi perdagangan setelah Moonshot AI, meluncurkan model baru. Perusahaan startup asal China itu, diklaim mampu memperkecil kesenjangan dengan produk-produk unggulan Amerika Serikat (AS).
Klaim tersebut memunculkan kekhawatiran baru di kalangan investor soal belanja besar-besaran dari perusahaan teknologi AS karena pengguna akhir dari teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai sensitif terhadap harga produk AI. Sementara itu, geopolitik Timur Tengah terus memanas.
Aksi saling serang antara AS dan Iran membuat harga minyak melanjutkan kenaikan. Koreksi indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Lonjakan harga mayoritas komoditas, aksi beli investor asing, dan penguatan nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.060-5.945, dan resistance 6.290-6.405. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Sarana Menara (TOWR), Telkom (TLKM), Bank BNI (BBNI), Bank BRI (BBRI), Japfa (JPFA), dan Mayora (MYOR). (*)
Related News
Sesi I Tertekan, IHSG Terjun 1,29 Persen ke 5.032
Hana Bank Dorong Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi Global
Saham Bebas Suspensi Ini Susuri Zona Merah, Melemah 5,22 Persen
IHSG Dibuka Melemah 0,68 Persen ke 5.063, Mayoritas Sektor Merah!
Ikuti Wall Street, IHSG Kembali Tertekan
Jelang Akhir Pekan, IHSG Masih Uji Level 5.000





