EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas melemah. Itu seiring rotasi investor dari saham teknologi khususnya produsen chip ke saham siklikal. Tindakan para pemodal tersebut dilakukan di tengah perosotan harga minyak mentah menyusul kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Berdasar klausul, kesepakatan damai tersebut akan dipatenkan Jumat pekan ini di Swiss. Beberapa emiten produsen chip turun cukup tajam di antaranya Advanced Micro Devices anjlok 7,30 persen, Broadcom 4,37 persen, Micron Technology anjlok 6,18 persen, dan Nvidia merosot 2,37 persen.

Sementara itu, harga minyak mentah terus melanjutkan penyusutan. Kemarin mina jenis WTI longsor 5,82 persen ke level USD76,05 per barel, dan Brent terpangkas 5,06 persen menjadi USD78,96 per barel. Sejalan koreksi lanjutan harga minyak mentah, saham siklikal maam Caterpillar surplus 1,23 persen, dan JP Morgan melenting 3,68 persen.

Koreksi lanjutan harga minyak mentah seiring kesepakatan damai AS dan Iran, lonjakan nilai tukar rupiah, dan lompatan sejumlah harga komoditas diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Mayoritas indeks bursa Wall Street turun, dan potensi aksi ambil berpeluang menjadi sentimen negatif pasar.

Oleh sebab itu, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.115-5.975, dan resistance 6.395-6.535. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para investor menjala saham Antam (ANTM), Archi (ARCI), Bumi Minerals (BRMS), Hartadinata (HRTA), Bank Mandiri (BMRI), dan BCA (BBCA). (*)