EmitenNews.com - Mayoritas indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kembali ditutup koreksi. Dow Jones surplus 71 poin (0,21 persen) menjadi 34.869, S&P 500 turun 12 poin (0,28 persen) ke level 4.443, Nasdaq terkoreksi 78 poin (0,52 persen) pada posisi 14.970, dan EIDO melemah 0,12 point (0,56 persen) pada level 21.16. 


Dow Jones berlanjut menguat. Sedang S&P 500, dan Nasdaq berakhir di zona merah. Optimisme akan proses pemulihan ekonomi berhasil menjadi sentimen positif pasar. Di sisi lain, kekhawatiran akan lonjakan inflasi membuat imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun bergerak naik menyentuh level 1,5 persen, dan menjadi sentimen negatif bagi sektor teknologi. 


Optimisme akan proses pemulihan ekonomi kembali muncul setelah data perkembangan Covid-19 AS mulai menunjukkan penurunan. Berdasar data Universitas Johns Hopkins minggu lalu, rata-rata tujuh hari penambahan kasus baru turun menjadi 120 ribu dari minggu sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi 166 ribu. 


Sementara itu, CEO Pfizer mengatakan AS bisa kembali normal satu tahun ke depan. Namun, perlu suntikan vaksin setiap tahun. Seiring optimisme proses pemulihan ekonomi, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor sepuluh tahun untuk kali pertama sejak Juni menyentuh level 1,5 persen, lebih tinggi dari penutupan akhir Agustus lalu. 


Kenaikan imbal hasil itu, berpotensi menaikkan biaya pinjaman, dan berpotensi menghambat pertumbuhan perseroan karena bersifat pada modal. Lonjakan imbal hasil dibarengi lompatan inflasi juga membuat valuasi saham teknologi menjadi lebih mahal sehingga kurang menarik. 


Menurut Mino, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas koreksi mayoritas indeks bursa saham AS Wall Street seiring lonjakan yield obligasi diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Pelonggaran aturan PPKM dengan pembolehan kegiatan skala besar seperti konser, dan lompatan harga batubara diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).


Karena itu, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support level 6.085, dan resistance level 6.165. sejumlah saham laik beli. Antara lain AALI support Rp8.475, resisten Rp8.625, BSDE support Rp975, resisten Rp1.005, KLBF support Rp1.390, resisten Rp1.420, dan TLKM support Rp3.490, resisten Rp3.560. (*)