EmitenNews.com - Indeks bursa Wall kemarin ditutup melemah tipis. Itu seiring lonjakan harga minyak mentah di tengah banyak rilis laporan keuangan emiten. Harga minyak jenis Brent melejit 3,4 persen menjadi USD94,07 per barel, dan WTI naik 3 persen menjadi USD86,63 per barel. Lompatan harga minyak mentah itu, menyusul agresi militer terhadap Iran untuk kali ke sebelas secara beruntun.

Sementara itu, pernyataan terbaru menteri luar negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio makin memperjelas eskalasi konflik militer dengan Iran tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Rubio menyatakan Iran tidak serius berdialog dengan AS. So, AS akan melanjutkan operasi penjagaan bagi kapal yang melintasi selat Hormuz.

Koreksi indeks bursa Wall Street, dan aksi jual investor asing diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Ledakan harga mayoritas komoditas, dan BI rate tetap 5,75 persen berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Jadi, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat.

Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 23 Juli 2026, IHSG akan mengitari kisaran support 6.250-6.170, dan resistance 6.420-6.500. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Elnusa (ELSA), Medco (MEDC), AKR Corporindo (AKRA), Archi (ARCI), Hartadinata (HRTA), dan Antam (ANTM). (*)