Waskita (WSKT) Bangun Sistem Modernisasi Irigasi Rentang Rp270 Miliar di Jabar
EmitenNews.com—PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) mendukung peningkatan pertanian Jawa Barat dengan mengerjakan proyek sistem pengairan untuk peningkatan modernisasi irigasi rentang di Jawa Barat, tepatnya di Cimanuk, Cisanggarung, Kabupaten Indramayu. Proyek bernilai Rp270 miliar ini ditujukan untuk mendukung sistem pengairan pertanian di wilayah tersebut.
Pembangunan proyek tersebut ditandai dengan penandatangan kontrak kerja Rentang Irrigation Modernization Project (RIMP) LOS-01, yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Irigasi dan Rawa III SNVT PJPA 1 Cimanuk Cisanggarung Ibu Andi Wildaniah, ST., M.D.M dengan Senior Vice President Infrastructure I Division, I Nyoman Agus Pastima.
SVP Corporate Secretary Perseroan Novianto Ari Nugroho menjelaskan pembangunan proyek KSO ini rencananya dikerjakan dengan waktu 1.095 hari dan ditargetkan selesai pada tahun 2025. “Porsi Perseroan yaitu 60% dan 40%nya lagi dikerjakan oleh PT. Basuki Rahmanta Putra (BRP),” ujarnya.
Sebelum proyek ini, Waskita juga mengerjakan Paket Proyek Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang LMS-03. “Pekerjaan ini bertujuan untuk mendukung sistem pengairan secara modern dan juga peningkatan debit air di beberapa titik lahan pertanian yang berada di wilayah Kabupatan Indramayu, di antaranya Pasir Angin, Tipar, Ciluncat dan Mecat,” tambah Novianto.
Lingkup pekerjaan Waskita antara lain yaitu, Pekerjaan Umum, Irrigation Canal Works, Drainage Canal Works, Total for Daywork dan Specified Provisional Sum. “Saat ini beberapa akses jalan cukup berat, dan ada yang masih belum memadai untuk menuju ke lokasi pekerjaan. “Lokasi pekerjaanya terletak jauh dari pusat kota, sekitar 20 km dari kota Indramayu,” tutup Novianto.
Related News
Kena Sanksi OJK, Ini Reaksi Bliss Properti (POSA)
Pendapatan Susut, Laba RATU Sentuh USD15,26 Juta
Siaga Lonjakan Listrik Saat Lebaran, PGEO Pastikan Pasokan Aman
Ngotot Mau Akuisisi Jungleland Yang Masih Merugi, Ini Alasan JGLE
Topline 2025 DAAZ Menguat Jadi Rp13T, Laba Malah Jeblok 42,1 Persen
Laba Emiten Poultry (CPIN) Melonjak 52 persen ke Rp5,6 Triliun di 2025





