WBSA Kemas Pendapatan Melonjak, Laba Bersihnya Justru Ambles 95%
:
0
Signage logo BSA Logistics. Foto: WBSA.
EmitenNews.com - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengemas lonjakan pendapatan sepanjang semester I 2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, WBSA membukukan pendapatan neto mencapai Rp1,95 triliun, melonjak 42,64 persen YoY dari Rp1,37 triliun di episode lalu tahun 2025.
Dari tiga segmen WBSA, jasa pengurusan transportasi menyumbang porsi terbesar mendorong kenaikan pendapatan. Jumlahnya mencapai Rp1,17 triliun, tumbuh 78,11 persen dari Rp655 miliar. Segmen transportasi darat menyumbang Rp648 miliar, serta segmen pergudangan dan penyimpanan menyumbang Rp132 miliar.
Lonjakan itu dibarengi dengan beban pokok pendapatan yang membengkak 51,99 persen, dari Rp1,18 triliun jadi Rp1,80 triliun. laba kotor WBSA tergerus 20,75 persen jadi Rp139,74 miliar dari Rp176,32 miliar.
Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk anjlok 95,46 persen jadi Rp1,02 miliar dari Rp22,44 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Di sisi arus kas, WBSA mencatatkan surplus arus kas operasi sebesar Rp 52,75 miliar, naik 123,61% dari 23,59 miliar YoY.
WBSA juga menggelontorkan dana untuk aksi akuisisi bisnis senilai Rp 224,37 miliar. Dari sisi pendanaan, WBSA juga mencatatkan penerimaan dari penerbitan saham baru senilai Rp 302,40 miliar. Adapun posisi kas dan bank akhir periode WBSA melesat ke level Rp 231,04 miliar dari Rp65,10 miliar di periode tahun lalu.
Dari sisi neraca, jumlah aset WBSA yang dibukukan mencapai Rp1,71 triliun, dari Rp1,60 triliun pada akhir tahun 2025. Liabilitas tercatat naik jadi Rp1,09 triliun dari Rp1,06 triliun, dan ekuitas meningkat jadi Rp617 miliar dari Rp538 miliar.
Pada perdagangan intraday Rabu (2/9), saham WBSA melesat 3,55 persen atau +25 poin ke level 730.
Related News
Ekspansi Homepass, MORA Peroleh Kredit Investasi Rp4 Triliun dari BCA
Direktur Utama Toba Surimi Industries (CRAB) Pamit Undur Diri
Sepi Peminat, Iforte Tambah Lagi Extra Time VTO Saham IBST
Grup Emtek Kempit 31,34 Persen, Saham JECX Terus Melaju
Saham Nonaktif Ini Kembali Diperdagangkan BEI Usai 2 Bulan Terkunci
66,48 Persen Saham TCID Berpindah Tangan, Manajemen Ungkap Faktanya





