WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya
:
0
PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS)
EmitenNews.com - Manajemen PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) memutuskan menghentikan program pembelian kembali saham (buyback) lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil Rapat Direksi pada 31 Maret 2026, Perseroan menghentikan aksi korporasi tersebut sekitar dua bulan lebih cepat dari target semula yang direncanakan berakhir pada 3 Juni 2026.
Sepanjang periode buyback, WINS telah menyerap sebanyak 53.283.500 saham atau setara 1,19% dari total modal ditempatkan dan disetor. Seluruh saham tersebut kini berstatus sebagai saham tresuri (treasury stock).
Dari sisi realisasi dana, Perseroan telah menggelontorkan sekitar USD1,37 juta untuk aksi tersebut. Dengan penghentian lebih awal, masih terdapat sisa anggaran sebesar USD2,03 juta atau sekitar Rp32,1 miliar (asumsi kurs Rp15.800) yang belum terpakai.
Manajemen menyatakan bahwa sisa dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung kegiatan operasional serta pengembangan usaha ke depan.
Dalam keterbukaan informasi, Rabu (1/4/2026), Perseroan menyatakan bahwa salah satu pertimbangan strategis di balik penghentian buyback ini adalah rencana Perseroan untuk memberikan insentif berbasis saham kepada manajemen dan karyawan untuk Tahun Buku 2025.
Selain itu, keterbatasan volume perdagangan harian saham serta batasan harga sesuai ketentuan POJK 29/2023 juga menjadi kendala bagi Perseroan untuk menyelesaikan seluruh target pembelian dalam sisa waktu yang tersedia.
Dengan kondisi tersebut, manajemen memilih untuk mengakhiri program lebih cepat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan saham tresuri yang telah dikantongi.
Related News
HATM Kantongi Fasilitas Kredit dari BCA, Manajemen Ungkap Tujuannya
VICI Angkat Rahayu Saraswati Jadi Wakomut, Siap Ekspansi Mancanegara
Tutup Kuartal III 2026, EMMI Kemas Pendapatan Turun-Rugi Bersih
Masih Bertahan di MSCI, Emiten Grup Bakrie Cetak Laba Turun di Q3 2026
Pendapatan CDIA Tembus USD122 Juta, EBITDA Melonjak 65 Persen
MSCI Depak Emiten Ini, Intip Kinerjanya di Kuartal III 2026





