EmitenNews.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) emiten pelat merah BUMN itu mencatat perbaikan rugi di tengah kenaikan pendapatan secara tahunan (YoY) hingga kuartal III-2026, namun ekuitas perseroan tergerus tajam.

Laporan keuangan perseroan yang terbit pada Selasa (13/10/2026) menyebutkan, pendapatan usaha hingga 30 September 2026 mencapai Rp8,12 triliun, naik 53,78% YoY dari Rp5,28 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan naik 66,51% YoY menjadi Rp7,16 triliun dari Rp4,30 triliun. Akibatnya laba bruto tercatat Rp959,44 miliar, turun 2,09% YoY dari laba bruto Rp979,97 miliar.

Di level bottom line, rugi sebelum pajak tercatat Rp3,24 triliun, membaik 9,24% YoY dari rugi Rp3,57 triliun. Rugi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun 9,46% YoY menjadi Rp2,87 triliun dari Rp3,17 triliun.

Menengok sisi neraca, jumlah aset mencapai Rp73,07 triliun hingga 30 September 2026, naik 3,31% YtD dari Rp70,73 triliun hingga 31 Desember 2025. Jumlah liabilitas tercatat Rp72,03 triliun, naik 7,41% YtD dari Rp67,06 triliun.

Sementara jumlah ekuitas merosot 71,93% YtD menjadi Rp1,03 triliun dari Rp3,67 triliun pada akhir 2025.

Adapun, saham WSKT sendiri pada perdagangan Selasa (13/10/2026) terpantau masih tersuspensi di harga Rp202.