Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Menteri Bappenas Ungkap RPJMN 2025-2029 Sangat Berperan
:
0
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa. dok. Bappenas.
EmitenNews.com - Penyusunan Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 sangat berperan untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Visi Indonesia Emas 2045 menargetkan pendapatan Indonesia per kapita mencapai USD30.300, dan kemiskinan 0 persen, serta ketimpangan berkurang menjadi 15 besar Global Power Index.
"Posisi RPJMN 2025-2029 itu sangat strategis, ibarat pintu masuk. Kalau kita bisa menunjukkan hal yang baik dan bagaimana caranya, mudah-mudahan untuk pencapaian Indonesia Emas 2045 makin rasional bagi kita semua," kata Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa dalam Rapat Kerja Penyusunan Rancangan Teknokratik RPJMN di Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (27/9/2023).
Catatan yang menunjukkan, Visi Indonesia Emas 2045 menargetkan pendapatan Indonesia per kapita mencapai USD30.300, kemiskinan 0 persen, dan ketimpangan berkurang menjadi 15 besar Global Power Index. Selain itu juga ditargetkan Indeks Pembangunan Manusia 0,73, serta menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca menuju net zero emission.
Menteri Suharso menyebutkan,ebagai penentu capaian tersebut, lanjutnya, RPJMN 2025-2029 disusun dengan pendekatan science-based policy dan kerangka berpikir ilmiah.
"Penyusunan kebijakan ke depan benar-benar menggunakan gaya Kementerian PPN/Bappenas. Ketika menyerahkan data, menyerahkan angka, itu harus punya argumentasi yang kuat yang bisa dibuktikan," ungkap Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. ***
Related News
Merespon Mendagri, Pramono Pastikan DKI Bisa Bayar Obligasi Rp3,5T
Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Sang Istri Ikut Dibawa ke Jakarta
Anggaran Kipas Angin KDKMP Rp1,8 Triliun Akan Diaudit BPK dan BPKP
Sungai Cileungsi Bogor Hitam dan Berbau, Diduga Tercemar Limbah B3
Gandeng Microsoft dan GreatNusa, Kemnaker Perkuat Bursa Kerja Basis AI
Kemenperin Bersama UNIDO Percepat Pengembangan Kawasan Industri Hijau





