Yield Global Tekan Saham Jepang, Investor Pantau Iran
:
0
Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,2% hingga jatuh ke bawah level 65.900 pada perdagangan Senin (24/8/2026).(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,2% hingga jatuh ke bawah level 65.900 pada perdagangan Senin (24/8/2026). Penurunan ini memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya akibat kehati-hatian investor menghadapi tingginya imbal hasil (yield) obligasi global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Imbal hasil obligasi global masih bertahan di dekat level tertinggi multi-tahun. Langkah pengumuman buyback obligasi oleh Departemen Keuangan AS pekan lalu belum mampu meredakan kekhawatiran pasar atas inflasi dan lonjakan utang pemerintah.
Mengutip data Trading Economics, fokus pelaku pasar saat ini juga tertuju pada rencana AS yang bersiap mengumumkan sanksi baru terhadap Iran. Meskipun demikian, para pemimpin Iran menegaskan langkah tersebut tidak akan melemahkan posisi Teheran. Di saat yang sama, investor menantikan laporan keuangan Nvidia pekan ini untuk membaca arah reli saham teknologi berbasis AI.
Aksi jual di bursa Tokyo dipimpin oleh saham-saham sektor cip dan teknologi. Saham Fujikura merosot 3,1%, Furukawa Electric turun 1,7%, SoftBank Group melemah 1,4%, Advantest terkoreksi 1,1%, dan Kioxia Holdings turun 0,6%.
Tekanan juga meluas ke sektor keuangan dan manufaktur, di mana saham Mitsubishi UFJ melemah 0,3% dan Toyota Motor terkoreksi 0,6%.
Pelemahan bursa saham Jepang akibat tingginya yield global dan risiko geopolitik berpotensi memicu sikap wait and see bagi investor di pasar modal Indonesia. Pergerakan saham teknologi dan otomotif di Asia Pasifik kerap menjadi cerminan sentimen regional bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta pergerakan nilai tukar Rupiah.(*)
Related News
IMF Proyeksikan Ekonomi Global 3,1%, Tekanan Energi Mengintai
Harga Emas Turun ke USD4.150, Sentimen Dolar Tekan Logam Mulia
Aksi Jual AI Hantam Pasar Asia, Nikkei Anjlok 2 Persen
Dolar Perkasa di 158 Yen, Rupiah Terancam Terdepresiasi
Perluas Basis Penerimaan Negara, Celios Usul Kejar Pajak Superkaya
Pasokan Global Terancam, Harga Minyak Brent Bertahan di USD106





