EmitenNews.com - Awal pekan Juni 2026 dipadati sejumlah emiten yang memasuki jadwal cum dividen. Khusus untuk hari Kamis (4/6/2026) setidaknya ada 11 emiten yang memasuki jadwal tersebut.

Pada hari-hari sebelumnya, sejumlah emiten lain pun telah melewati jadwal cum dividen. Pada Selasa tanggal 2 Juni misalnya, bertepatan dengan hari pertama pembukaan perdagangan bursa di bulan Juni, terdapat 11 emiten yang memasuki masa cum dividen. Emiten itu yakni;

TOWR dengan jumlah dividen Rp6,89
STAA dengan jumlah dividen Rp75
RGAS dengan jumlah dividen Rp1,1
LFLO dengan jumlah dividen Rp4,588086
JSMR dengan jumlah dividen Rp156,22919
JATI dengan jumlah dividen (Total Keseluruhan : Rp6,24 miliar)
INDY dengan jumlah dividen USD10,24875
GEMA dengan jumlah dividen Rp2
CPIN dengan jumlah dividen Rp180
BFIN dengan jumlah dividen Rp35
ASRM dengan jumlah dividen Rp3

Lalu, pada hari berikutnya, Rabu (3/6) sebanyak 13 emiten telah melewati masa cum date, dengan rincian sebagai berikut;

UVCR dengan jumlah dividen Rp0,5
SMKL dengan jumlah dividen Rp3
SCMA dengan jumlah dividen Rp12
RMKE dengan jumlah dividen Rp30
PGUN dengan jumlah dividen Rp6,97
MYOH dengan jumlah dividen USD0,00363
KMDS dengan jumlah dividen Rp26
KLBF dengan jumlah dividen Rp20
KINO dengan jumlah dividen Rp45
INTP dengan jumlah dividen Rp468
EMTK dengan jumlah dividen Rp5
CRSN dengan jumlah dividen Rp0,33
BOBA dengan jumlah dividen Rp6

Lalu, pada hari ini atau Kamis (4/6) setidaknya ada 11 emiten yang memasuki jadwal cum date dividen. Yaitu;

TAPG dengan jumlah dividen Rp91
SMCB dengan jumlah dividen Rp36,518
SMAR dengan jumlah dividen Rp270
PSGO dengan jumlah dividen Rp6
PGAS dengan jumlah dividen Rp125,607435
NRCA dengan jumlah dividen Rp40
MAHA dengan jumlah dividen Rp12
INCI dengan jumlah dividen Rp20
GJTL dengan jumlah dividen Rp80
BISI dengan jumlah dividen Rp26
AADI dengan jumlah dividen (Total Keseluruhan : USD200 juta)

Meski sejumlah emiten diketahui mulai memasuki cum dividen, pergerakan IHSG sepanjang awal pekan Juni 2026 dibayangi tekanan. Alhasil, pada penutupan perdagangan Rabu (3/6) indeks ditutup anjlok 4,11 persen ke 5.941,066.

Pelemahan indeks disertai dengan meningkatnya tekanan jual di pasar. Berdasarkan data yang diperoleh dari RTI Business, secara keseluruhan, terjadi lebih dari 2,7 juta kali transaksi disertai 40 miliar lembar saham yang berpindah dengan nilai transaksi mencapai Rp25,2 triliun.

Sepanjang perdagangan, IHSG didominasi berada di zona merah, kendati dibuka pada area hijau di level 6.207,102. Hanya 69 saham yang mampu menguat, 54 saham stagnan, dan 692 lainnya ditutup di zona merah.