EmitenNews.com - PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) emiten milik Garibaldi 'Boy' Thohir dan Jerry Ng itu membukukan kinerja positif di Kuartal Kedua 2026. Pendapatan perseroan tumbuh, ditopang oleh penurunan beban bunga dan efisiensi liabilitas.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Jumat (24/7), BFIN mengantongi pendapatan Rp3,42 triliun hingga 30 Juni 2026. Angka itu naik 3,64% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp3,30 triliun.

Sejalan dengan itu, beban perseroan juga mengalami kenaikan terbatas menjadi Rp2,40 triliun dari sebelumnya Rp2,36 triliun atau tumbuh 1,69%. Alhasil, laba sebelum pajak terdongkrak 8,42% menjadi Rp1,02 triliun dari Rp940,97 miliar.

Dari sisi laba bersih, BFIN mencatat laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp828,97 miliar. Torehan itu meningkat 8,75% secara tahunan dari Rp762,29 miliar. Berikut hal itu merentet ke laba per saham dasar ikut naik ke level Rp56 dari sebelumnya Rp51 atau tumbuh 9,80%.  

Hingga akhir Juni 2026, total aset BFIN tercatat Rp25,06 triliun. Jumlah itu menyusut 1,61% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 di Rp25,47 triliun.

Adapun, perseroan juga berhasil memangkas liabilitas 4,73% menjadi Rp14,11 triliun dari Rp14,81 triliun. Sementara ekuitas menguat 2,72% menjadi Rp10,94 triliun dari Rp10,65 triliun.

Saham BFIN ditutup melemah pada perdagangan terakhir Jumat (24/7). Saham berkode BFIN itu ditutup di level Rp760, turun Rp10 atau 1,30% dibandingkan penutupan sebelumnya. ***