4 Emiten Cum Date Pekan Depan, Ada Dividen Interim Jumbo Nih!
:
0
Screen perdagangan saham di di BEI
EmitenNews.com - Empat emiten besar telah mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk periode tahun buku 2024, dengan total nilai mencapai triliunan rupiah.
Para investor diharapkan mencatat jadwal pembagian dividen dan memastikan kepemilikan saham mereka sesuai dengan tanggal cum dividen.
Adaro Energy Indonesia (ADRO) menjadi salah satu emiten yang akan membagikan dividen terbesar. Perusahaan tambang ini mengalokasikan dividen interim sebesar USD 250 juta atau sekitar Rp3,9 triliun.
Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi adalah pada 25 November 2024, dengan ex dividen pada 26 November 2024. Dividen ini akan dibayarkan kepada para pemegang saham pada 6 Desember 2024.
Sido Muncul (SIDO), emiten yang bergerak di sektor jamu dan farmasi, juga akan mendistribusikan dividen interim senilai Rp540 miliar atau setara Rp18 per saham.
Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 27 November 2024. Pembayaran dividen kepada pemegang saham dijadwalkan pada 8 Desember 2024..
Puradelta Lestari (DMAS), perusahaan yang berfokus pada pengembangan kawasan industri, akan menyalurkan dividen interim sebesar Rp578,37 miliar.
Dengan dividen sebesar Rp12 per saham, jadwal cum dividen untuk pasar reguler dan negosiasi adalah pada 28 November 2024. Para pemegang saham dapat menerima pembayaran dividen ini pada 10 Desember 2024.
Darya-Varia Laboratoria (DVLA), emiten farmasi lainnya, juga akan membagikan dividen interim sebesar Rp48,16 miliar, atau setara Rp43 per saham.
Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi adalah pada 30 November 2024, dengan pembayaran dividen dijadwalkan pada 12 Desember 2024.
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





