TRADE

 -0.30%

IDXINDUST

 -0.89%

IDXINFRA

 -0.88%

AGRI

 2.37%

MNC36

 -1.13%

IDXCYCLIC

 -0.24%

IDXSMC-LIQ

 -0.51%

IDXHEALTH

 -0.45%

IDXTRANS

 0.41%

IDXENERGY

 0.03%

IDXQ30

 -1.08%

IDXFINANCE

 -0.93%

INFOBANK15

 -1.36%

I-GRADE

 -1.20%

BASIC-IND

 -0.99%

COMPOSITE

 -0.75%

IDXTECHNO

 -0.38%

MANUFACTUR

 -0.97%

IDXV30

 -0.45%

IDXNONCYC

 -0.69%

FINANCE

 -0.96%

Investor33

 -1.19%

IDXSMC-COM

 -0.31%

MISC-IND

 -0.77%

IDXESGL

 -1.37%

IDXBASIC

 -0.76%

DBX

 -0.34%

MINING

 -0.10%

IDX30

 -1.04%

IDXG30

 -0.97%

KOMPAS100

 -1.09%

PEFINDO25

 -0.95%

MBX

 -0.83%

BISNIS-27

 -1.18%

ISSI

 -0.51%

IDXPROPERT

 -0.49%

LQ45

 -1.08%

PROPERTY

 -0.28%

IDXBUMN20

 -1.04%

IDXHIDIV20

 -1.06%

JII

 -0.80%

INFRASTRUC

 -0.89%

IDX80

 -0.98%

JII70

 -0.76%

CONSUMER

 -1.03%

SRI-KEHATI

 -1.17%

SMinfra18

 -0.48%

44 Tahun di Tangan Keluarga Cendana, TMII Kini Dikuasai Setneg

08/04/2021, 09:50 WIB

44 Tahun di Tangan Keluarga Cendana, TMII Kini Dikuasai Setneg

EmitenNews.com - Pemerintah memiliki sejumlah alasan dalam pengambilalihan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. Kementerian Sekretariat Negara mengambil alih aset negara itu, setelah selama 44 tahun dalam penguasaan yayasan bentukan istri Presiden kedua RI Soeharto, Siti Hartinah. Salah satu alasannya, selama ini tak ada kontribusi TMII kepada negara.

 

"Pengelolaannya saja yang bergeser. Kalau dulu oleh Yayasan Harapan Kita selama hampir 44 tahun, sekarang ini dikelola langsung oleh Setneg," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam konferensi pers daring, Rabu (7/4/2021).

 

Yayasan Harapan Kita didirikan oleh istri Presiden kedua RI Soeharto, yaitu Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto, pada 23 Agustus 1968. Saat ini yayasan yang telah berusia 53 tahun itu, dibina anak-anak dan keluarga mendiang Pak Harto - Ibu Tien. Di dalamnya ada anak-anak Keluarga Cendana: Siti Hardiyanti Indra Rukmana, Bambang Trihatmodjo. Juga ada Soehardjo, dan sejumlah nama lainnya.

 

Pemerintah menyampaikan penghentian pengelolaan TMII oleh yayasan milik Keluarga Cendana itu, karena sejumlah alasan. Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama mengatakan, antara lain demi pengelolaan TMII yang lebih baik. Sebelumnya telah dilakukan audit keuangan oleh tim legal Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil audit BPK menyatakan bahwa perlu pengelolaan yang lebih baik terhadap TMII. 


Author: N A