EmitenNews.com -Hillcon Tbk (HILL) segera merealisasikan rencana bisnis setelah penawaran umum perdana ( initial public offering /IPO) saham. Bidikan perseroan tidak lain pengembangan industri nikel melalui anak perusahaan yang diharapkan mendongkrak laba bersih menjadi Rp 1 triliun.

 

Aksi korporasi ini akan memanfaatkan dana hasil IPO senilai Rp 552,87 miliar. Selama ini, bisnis nikel Hillcon dikelola anak usahanya, PT Hillconjaya Sakti (HS).

 

"Kami optimis dapat menjadi perusahaan jasa pertambangan nikel terdepan dan turut berkontribusi dalam pengembangan industri nikel di Indonesia," ujar Direktur Utama Hillcon, Hersan Qiu baru-baru ini.

 

Rencana perluasan bisnis ini sejalan dengan prospektus IPO Hillcon. Perseroan mengalokasi 55% dana IPO untuk modal kerja berupa biaya produksi penambangan, termasuk biaya bahan bakar, biaya overhead , serta pemeliharaan alat berat.

 

Hal ini sejalan dengan rencana peningkatan produksi nikel yang dikelola HS. Realisasi pengembangan bisnis anak usaha HS melalui mekanisme pemberian pinjaman. Dana tersebut akan digunakan HS untuk memenuhi permintaan tiga pembeli baru, masing-masing pelanggan diperkirakan memproduksi 2 juta ton nikel. Sejauh ini pelanggan existing HS sebanyak delapan pihak.