Abaikan Wall Street, IHSG Potensial Orbit Zona Hijau
:
0
Para pelaku pasar tengah serius mengamati pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyudahi perdagangan Selasa, 24 Desember 2024 susut 0,43 persen menjadi 7.065. Pelemahan itu, dipimpin saham-saham sektor teknologi 1,68 persen, dan consumer cyclicals 1,19 persen. Investor asing membukukan net sell Rp238,58 miliar di pasar reguler.
Sejumlah saham paling banyak dijual pemodal asing seperti AADI, GOTO, ASII, AMRT, dan PTRO. Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk bearish harami, dan bertahan di atas MA5. Sementara itu, indikator stochastic flat pada area oversold. Itu artinya IHSG berpeluang besar untuk mengorbit zona hijau.
So, IHSG akan bervariasi dengan kecenderungan menguat dengan support level 7.032, dan resistance level 7.175. Berdasar data itu, Reliance Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu antara lain DSSA, ASII, INDF, dan Surya Citra Media (SCMA).
Pagi ini, bursa Asia mayoritas diperdagangkan bervariasi. Indeks Nikkei 225 menguat 0,88 persen, dan indeks Kospi melemah 0,54 persen. Di sisi lain, pelaku pasar cenderung mengurangi posisi menjelang libur natal dan tahun baru, di tengah Bank Dunia menaikkan perkiraan pertumbuhan PDB China edisi 2024, dan 2025.
Itu mencerminkan penyesuaian kebijakan baru Pemerintah China untuk pertumbuhan ekonomi lebih baik. Sementara itu, mayoritas indeks utama Bursa Amerika Serikat ditutup melemah. Pelaku pasar cenderung mengurangi posisi jelang libur natal dan tahun baru, di tengah lonjakan klaim pengangguran mingguan 219 ribu atau lebih baik dari konsensus 223 ribu. (*)
Related News
IHSG Jumat (3/7) Terbang 2,28 Persen, BBCA Kembali Dominasi Transaksi
XLSMART dan Kemenaker Sodorkan Future Ready, Targetnya ini
Sinarmas AM Luncurkan DPLK Digital Pertama di RI, Bidik AUM Rp150M
IHSG Siang (3/7) Lanjutkan Penguatan 2,46 Persen, Jajal Tembok 5.900
Dampingi Keluarga Indonesia, CIMB Niaga Perkuat Peran OCTO
Demi Modal Asing DPR Kebut RUU Pusat Finansial, Terapkan Hukum Khusus





