Ada Gabriel Rey dan Andry Hakim Standby Buyer Right Issue CBRE
:
0
Salah satu armada kapal MV Majestic besutan Cakra Buana Resources. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Cakra Buana Resources Energi (CBRE) menyampaikan penjelasan tambahan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau right issue. CBRE menjelaskan telah menunjuk empat pembeli siaga alias standby buyer akan menyerap sisa saham apabila tidak seluruhnya diambil pemegang HMETD.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian terhadap penyerapan saham baru yang diterbitkan dalam aksi korporasi tersebut. Adapun pihak yang ditunjuk sebagai pembeli siaga yakni PT Gunanusa Utama Fabricators, Global Tower Investments Limited, Andry Hakim, dan Gabriel Rey. CBRE menegaskan seluruh pihak itu, tidak memiliki hubungan afiliasi perseroan.
Masing-masing pembeli siaga telah memberikan surat pernyataan kesanggupan beserta dokumen pendukung mengenai kecukupan dana untuk membeli seluruh sisa saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang HMETD sesuai ketentuan berlaku. Right issue CBRE berpotensi menghimpun dana hingga sekitar Rp1,91 triliun.
Dalam aksi korporasi itu, CBRE berencana menerbitkan maksimal 12,76 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan di kisaran Rp100-150 per lembar. ”Right issue tetap kami jalankan di tengah tantangan kondisi global, dan market domestik karena bentuk komitmen kepada investor. Kami optimistis langkah ini dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan usaha CBRE ke depan,” tegas Suminto Husin Giman, Direktur Utama CBRE.
Ia juga mengajak investor domestik untuk mendukung, dan menyukseskan pelaksanaan right issue tersebut. CBRE menilai keberadaan standby buyer menjadi bagian penting dalam pelaksanaan right issue karena memberi kepastian terhadap penyerapan saham baru yang diterbitkan sehingga target penghimpunan dana dapat tercapai lebih maksimal.
Right issue itu, juga menjadi bagian dari langkah CBRE dalam memperkuat struktur permodalan, dan menjaga fleksibilitas pendanaan untuk mendukung kebutuhan operasional maupun pengembangan usaha ke depan. Dengan tambahan modal tersebut, CBRE diharap memiliki ruang lebih besar untuk menangkap peluang pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri energi, dan jasa penunjang. (*)
Related News
Mitratel (MTEL) Tebus Rp35,93 Miliar Saham Tolak Penggabungan Usaha
Pengendali Lepas Saham FAP Agri (FAPA) Rp38,55M, Porsi Jadi Segini
Emiten Boy Thohir & Jerry Ng (BFIN) Toreh Laba Q2 Rp828,97M Naik 8,75%
BEI Soroti Manuver Grup Djarum & Fasilitas Kredit Remala Abadi (DATA)
Harga Saham LFLO Jeblok, Tiga Bos Justru Serok di Harga Rendah Rp4,71M
FORU Rights Issue Rp27,1T, Ekuitas Rp23 Miliar Bakal Dikerek 1.178x?





