Ada Gelagat Situasi Ukrania Kembali Memanas, Indeks Saham Asia Tersendat
:
0
EmitenNews.com - Indeks saham di Asia Kamis (17/2) sore ini ditutup variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah karena investor terus memantau situasi di Ukrania. Ini setelah media Rusia melaporkan bahwa pemberontak pro-Rusia di wilayah Timur Ukrania menuduh militer Ukrania melancarkan serangan mortar ke wilayah mereka sebanyak 4 kali dalam 24 jam terakhir.
"Investor juga menghadapi ketidakpastian dari rilis notulen pertemuan kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve) yang memuat indikasi mengarah pada kenaikan suku bunga," kata analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha. Namun Fed tidak memberikan sinyal yang tegas mengenai besaran kenaikan suku bunga dan pengurangan Neraca (Balance Sheet).
Dari sisi makroekonomi, investor mencerna rilis data Neraca Perdagangan Jepang yang bulan lalu mencatatkan defisit JPY2.2 triliun (USD19 miliar), terbesar dalam 8 tahun akibat lonjakan biaya impor bahan energi.
Ekspor tumbuh 9.6% Y/Y, lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 16.5%, sementara Impor meroket 39.6% Y/Y sehingga memperpanjang defisit Neraca Perdagangan menjadi 6 bulan beruntun.
Data lain, ekonomi Australia secara mengejutkan menambah 12,900 tenaga kerja di bulan Januari. Lebih tinggi dari ekspektasi pasar karena kebijakan pembatasan sosial di beberapa negara bagian mulai dihapuskan di tengah tinggnya tingkat vaksinasi. Tingkat Pengangguran stabil di 4.2%, sesuai dengan ekspektasi.
Untuk nanti malam, Dustin memperkirakan investor mengantisipasi rilis data pasar tenaga kerja AS (Weekly Jobless Claims) dan juga data pasar perumahan AS (Housing Starts).
Statistik
IHSG: 6,835.117 | -15.081 poin |(-0.22%)
Volume (Shares) : 28.251 Billion
Total Value (IDR) : 12.004 Trillion
Market Cap (IDR) : 8,646.159 Trillion
Foreign Net Buy (RG): IDR 430.24 Billion
Saham naik : 201
Saham turun : 326
Sektor Penekanan Terbesar
Transportasi & Logistik : -13.06 poin
Energi : -12.50 poin
Barang Baku : -8.46 poin
Top Gainers:
SUPR : 41,100| +6850| +20.00%
STTP : 8,475 | +875 | +11.51%
GGRM : 31,550| +550 | +1.77%
DSSA : 46,500| +500 | +1.09%
IBST : 5,850 | +450 | +8.33%
Top Losers:
DCII : 42,875| -750 | -1.72%
ITMG : 22,975| -500 | -2.13%
BEBS : 5,300 | -375 | -6.61%
TPIA : 9,450 | -350 | -3.57%
UNIC : 13,100| -300 | -2.24%.(fj)
Related News
Rabbani Khatulistiwa 2026, Upaya Kalbar Tumbuhkan Ekonomi Syariah
Transaksi Pariwisata di Indonesia Wajib dalam Rupiah, Simak Aturan BI
Steve Hanke Kritik Kenaikan BI-Rate Langkah Putus Asa, MBG Bikin Kabur
Ikut Tren Global, Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram
Aksi Ambil Untung Bawa Saham SpaceX Anjlok Dua Hari Beruntun
Ketua Fed Baru Hawkish, Dolar Catat Rekor, Harga Emas Anjlok 2 Persen





