Ada Peluang IHSG Rebound, Analis Cermati Area Berikut
:
0
Potret logo Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: IDX
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,75% ke level 6.146,72 pada perdagangan Rabu (7/10), setelah sebelumnya mencatat penguatan selama tiga hari beruntun. Meski begitu, beberapa indikator teknikal memberikan peluang penguatan kembali.
Senior Technical Analyst M. Nafan Aji Gusta mengatakan momentum rebound IHSG dari fase awal wave (X) masih diuji di tengah koreksi. Indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, didukung oleh kenaikan volume perdagangan.
Namun, Nafan menilai sentimen IHSG untuk perdagangan Kamis (8/10) cenderung mixed dengan bias cautious. Pasalnya, investor asing kembali mencatatkan net sell sekitar Rp828,65 miliar pada perdagangan Rabu.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rebound IHSG dari area psikologis 6.000 belum sepenuhnya memperoleh konfirmasi dari foreign flow,” ujar Nafan dalam risetnya, Kamis (8/10).
Menurut Nafan, rupiah dan arus dana asing menjadi dua indikator penting yang perlu dicermati investor. Rupiah pada Rabu sempat menguat 0,07% ke Rp17.887 per dolar AS. Namun, penguatan dolar AS dan tingginya yield Treasury masih menjadi risiko bagi stabilitas rupiah.
Di sisi lain, sentimen positif datang dari Bank Dunia yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,2% dari sebelumnya 4,7%. Nafan menilai penguatan proyeksi tersebut dapat menjadi bantalan bagi fundamental pertumbuhan domestik di tengah tekanan eksternal.
Nafan juga menilai, keputusan FTSE Russell mempertahankan Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dan tidak memasukkannya ke dalam watchlist juga dinilai menjadi katalis positif bagi stabilitas pasar modal Indonesia
“Meski belum cukup kuat menjadi katalis pembalikan arus dana asing. Yang terpenting bahwa keputusan tersebut mengurangi risiko terjadinya downgrade atau keluarnya Indonesia dari kelompok pasar berkembang,” tutur Nafan.
Nafan memproyeksikan level support IHSG pada 6.016 dan 5.973, sedangkan resistance berada di 6.180 dan 6.294.
Sementara itu, Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis T. melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka. Menurut dia, IHSG masih bertahan di atas moving average (MA) 5 dan MA10 meski ditutup melemah pada perdagangan Rabu.
Related News
Bezos Isyaratkan Blue Origin Ikuti Jejak SpaceX IPO
IHSG Lanjut Koreksi, Serok Saham AMMN, CMRY, ADRO, dan MEDC
Pasca Merosot, Level 6.100 Jadi Penentu Arah IHSG Berikutnya
PLN NPC Tuntaskan 4 Proyek Kelistrikan Kereta ECRL Malaysia
Longsoran Cadangan Devisi Tekan IHSG
IHSG Melemah ke 6.146, Saham Diakusisi Haji Isam ke Deretan Top Losers





