EmitenNews.com - Posisi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kementerian Keuangan masih aman, sehingga tidak jadi dibubarkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan pujian Presiden Prabowo Subianto kepada para pejabat dan pegawai pada direktorat di bawah Kementerian keuangan itu.

Menkeu Purbaya mengungkapkan pujian itu menjadi bentuk penghargaan tinggi, karena kepala negara sebelumnya selalu ingin membubarkan instansi yang bertanggung jawab mengumpulkan penerimaan negara itu. Lalu, diganti dengan lembaga asing seperti Societe Generale de Surveilance atau SGS.

Sekarang, situasinya sudah berbeda. Pemerintah sudah melihat ada perbaikan kinerja dari DJP, dan DJBC, setelah mendapat ancaman pembubaran jika tidak menunjukkan perubahan signifikan. 

Purbaya mengatakan, dalam sejumlah pertemuan dengan jajaran menterinya, Prabowo kerap mengatakan keyakinannya bahwa pemerintah bisa memperbaiki Ditjen Bea dan Cukai lebih baik ke depan, sehingga dapat menopang kebutuhan penerimaan negara yang tinggi, bersama dengan Ditjen Pajak.

Dengan perkembangan tersebut, Menkeu Purbaya mengaku, kini lebih percaya diri untuk menghadapi Kepala Negara dan jajaran menteri lain saat mereka mulai membicarakan dua instansi itu. 

Purbaya menekankan, pujian yang sama juga disematkan terhadap para pegawai pajak yang kini berada di bawah komando Dirjen Pajak Bimo Wijayanto. Ia bilang kepala negara merasa sangat percaya diri untuk bisa terus mendongkrak penerimaan setelah setoran pajak pada Januari-Februari 2026 tumbuh 30%. 

"Saya pikir tidak bisa perbaiki pajak, ternyata setelah digebrak-gebrak Januari dan Februari naiknya 30%. Itu ucapan presiden di depan para pemimpin di Indonesia. Jadi ini kan kerja sama, semua gerak bareng, tapi yang diincar sama mereka adalah pajak dan bea cukai karena pendapatan," tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. ***