Ada yang Jeblok hingga Rp9 Per Lembar, Ini 10 Saham Paling Tekor Pekan Lalu
EmitenNews.com -
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama pekan alu, atau periode 10 hingga 14 Juli 2023 mencatat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bergerak di zona hijau dengan kenaikan 2,88% sepanjang periode 10-14 Juli 2023. Meski begitu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 10 saham yang mengalami koreksi cukup dalam pada pekan ini.
Selama lima hari perdagangan, indeks sektoral yang melemah hanya sektor infrastruktur 0,49%. Sementara yang kompak menguat diantaranya sektor energi 2,55%, bahan baku 1,81%, industri 0,70%, non siklikal 1,30%, siklikal 0,05%, kesehatan 6%, keuangan 1,27%, properti 3,67%, teknologi 4,26% dan transportasi 0,48%.
Berdasarkan data BEI, Sabtu (15/7/2023), PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE) menduduki peringkat pertama dengan pelemahan sebesar 35,71% di level Rp9 dari penutupan pekan lalu di Rp14.
Menyusul HADE, inilah barisan 10 saham top losers sepekan:
- PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE) turun 35,71% di Rp9 dari Rp14.
- PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) melemah 34,62% di Rp51 dari Rp78.
- PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) koreksi 25,00% di Rp9 dari Rp12.
- PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) tertekan 24,81% di Rp200 dari Rp266.
- PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) melemah 20,59% di Rp27 dari Rp34.
- PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) turun 18,88% di Rp2.020 dari Rp2.490.
- PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) tertekan 17,54% di Rp47 dari Rp57.
- PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) menurun 16,67% di Rp60 dari Rp72.
- PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) koreksi 16,67% di Rp10 dari Rp12.
- PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) melemah 16,67% di Rp10 dari Rp12.
Related News
IHSG Bangkit ke 8.322, Sektor Kesehatan dan Konsumer Pimpin Rebound
IHSG Sesi I Naik 0,6 Persen ke 8.330, Satu Sektor Drop!
Tanpa Sertifikasi, Makanan Impor AS Harus Dinyatakan Tidak Halal
Yakin DN Mampu, Impor Pick-Up dari India Untuk Kopdes MP Perlu Dikaji
RI Desak UE Segera Patuhi Putusan WTO Soal Sengketa Minyak Sawit
Buru Recurring Revenue Rp1,5 Triliun, Ini Tindakan Triniti Land Group





