IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Adaro Energy (ADRO) Garap Proyek Smelter Aluminium Berkapasitas 1,5 Juta Ton

13/09/2022, 08:30 WIB

Adaro Energy (ADRO) Garap Proyek Smelter Aluminium Berkapasitas 1,5 Juta Ton

EmitenNews.com - PT Adaro Energy Indonesia (ADRO) tengah menggarap proyek smelter aluminium berkapasitas 1,5 juta ton. Smelter garapan PT Adaro Minerals Indonesia (ADMR) itu, berlokasi di Kalimantan Utara (Kaltara). Proyek tersebut dikerjakan dalam beberapa tahap. 


Tahap pertama, proyek berkapasitas produksi 500 ribu ton per tahun, akan mulai beroperasi pada 2025 mendatang. Yaitu, tepatnya, mulai operasi komersial pada kuartal pertama 2025. Lalu, tahap II dengan kapasitas 500 ribu akan beroperasi pada kuartal empat 2026. 


Sementara tahap akhir dengan kapasitas 500 ribu ton diperkirakan rampung pada kuartal empat 2029. ”Smelter itu berdasar skenario akan menggunakan sumber daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA),” tutur Sekretaris Perusahaan Adaro Energy Indonesia, Mahardika Putranto dalam Public Expose Live 2022, Senin (12/9).


Saat ini, Adaro Energy klaim manajemen berada pada posisi tepat, dan memiliki kapabilitas untuk menangkap peluang ekonomi hijau. Neraca keuangan masih cukup kuat, didukung sumber daya kompeten bidang pertambangan. ”Adaro memiliki rekam jejak kuat dalam mengoperasikan proyek besar dengan pemegang saham, dan tim manajemen berpengalaman,” imbuhnya.


Proyek itu, ditaksir menyedot investasi USD2 miliar. Selain smelter, perseroan juga harus membangun power plant, dan jetty. ”Tahap pertama kebutuhan dana proyek sekitar USD2 miliar,” tegas Chief Financial Officer Adaro Energy Indonesia, Lie Lukman. (*)



Author: J S