Adhi Karya Didorong Balik ke Bisnis Inti, Bagaimana Nasib ADCP?
:
0
Proyek light rail transit (LRT) Adhi Karya (Persero) Tbk
EmitenNews.com - Pemerintah mendorong transformasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan anak perusahaan melalui penyederhanaan struktur usaha secara bertahap. Dari 18 entitas saat ini, ADHI diarahkan menuju struktur yang lebih sederhana dan terintegrasi untuk memperkuat fokus bisnis sekaligus mendukung penyehatan keuangan perusahaan.
Dalam arahannya kepada jajaran manajemen, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menekankan pentingnya mengembalikan ADHI pada bisnis inti sebagai perusahaan kontraktor yang profesional, dengan kualitas pekerjaan sebagai salah satu prioritas utama.
“Harapan saya dari hasil seluruh proses yang kita lakukan ini, bisa membuat Adhi menjadi sehat, dan kita fokus di atasnya yang hanya sebagai kontraktor dengan kualitas yang baik,” ujar Dony, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/9/2026).
Sejalan dengan upaya tersebut, Dony menegaskan perlunya penyederhanaan struktur usaha dan penghentian pembentukan anak perusahaan baru.
“Kita lihat nih, setiap bikin anak perusahaan semuanya bermasalah. Jadi stop, tidak boleh lagi ada anak-anak perusahaan baru,” ujarnya.
Penyelesaian restrukturisasi keuangan yang ditargetkan pada September 2026 juga menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi perusahaan dan mendukung keberlanjutan bisnis ADHI ke depan.
Sementara itu, terhadap anak perusahaan di sektor properti, termasuk PT Adhi Commuter Properti Tbk, akan dilakukan uji tuntas secara menyeluruh. Hasil uji tuntas tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah terbaik terhadap bisnis dan aset yang dimiliki.
Dengan struktur usaha yang lebih sederhana, fokus pada bisnis inti, serta kondisi keuangan yang semakin sehat, ADHI diharapkan mampu memperkuat daya saing dan menciptakan pertumbuhan yang berkualitas serta berkelanjutan.
Tekanan Likuiditas pada ADCP
PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mengungkap tekanan likuiditas menjadi salah satu penyebab keterlambatan penyelesaian dan serah terima unit hunian LRT City kepada konsumen. Kondisi tersebut terjadi di tengah pemulihan sektor properti yang dinilai masih berjalan lebih lambat dari perkiraan.
Related News
Rugi Makin Gede, Tapi Revenue MKNT Meledak 6.556% di Semester I-2026
RUPO WSKT Setuju Restrukturisasi Obligasi, Peluang Suspensi Dibuka BEI
Transaksi 2025 Batal, CUAN Gelar Negosiasi Baru Ambil Kendali SINI
BULL Cetak Laba Meroket 8x Lipat, Jasa Angkutan Jadi Aktor Utama
BEI Vonis 3 Saham UMA, Kini Harganya Melorot Termasuk Milik Hapsoro
BMRI Tebar Dividen Interim Rp66, Total 20% Laba Bersih Medio 2026





