RUPO WSKT Setuju Restrukturisasi Obligasi, Peluang Suspensi Dibuka BEI
:
0
Petugas membersihkan signage light Waskita Karya. Foto: WSKT.
EmitenNews.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO). Dalam rapat tersebut, para pemegang obligasi menyetujui seluruh usulan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019, termasuk perpanjangan tenor.
Direktur Keuangan Waskita Karya Wiwi Suprihatno mengatakan dengan disetujuinya hasil RUPO, terdapat peluang dibukanya suspensi saham WSKT oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan berkomitmen memenuhi kewajiban sesuai ketentuan.
"Sebelumnya, Waskita juga telah menjalankan Master Restructuring Agreement (MRA) yang telah disepakati oleh 21 bank," ujar Wiwi dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (4/9).
Progres Penurunan Utang
Wiwi menyebut perseroan terus melanjutkan penguatan struktur keuangan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan tata kelola yang baik.
Hingga Juni 2026, Waskita berhasil menurunkan utang sebesar 20,8% menjadi Rp66,5 triliun, dari sebelumnya sekitar Rp84 triliun pada akhir 2023.
Utang vendor past due juga turun 97,1% menjadi Rp48 miliar per Juni 2026, dari Rp2,13 triliun pada 2022. Sementara kewajiban pajak past due telah diselesaikan 100%, sehingga per 2024 perseroan tidak lagi memiliki utang pajak past due.
"Kami akan terus konsisten memenuhi kewajiban yang tersisa. Langkah ini sebagai tanggung jawab sekaligus dukungan terhadap mitra yang sudah membantu kami untuk menyelesaikan beragam proyek infrastruktur," kata Wiwi.
Kinerja Semester I-2026 Tumbuh 58,49%
Dari sisi kinerja, Waskita mencatatkan pendapatan usaha Rp4,92 triliun pada semester I-2026, tumbuh 58,49% yoy dari Rp3,1 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
Related News
Adhi Karya Didorong Balik ke Bisnis Inti, Bagaimana Nasib ADCP?
Transaksi 2025 Batal, CUAN Gelar Negosiasi Baru Ambil Kendali SINI
BULL Cetak Laba Meroket 8x Lipat, Jasa Angkutan Jadi Aktor Utama
BEI Vonis 3 Saham UMA, Kini Harganya Melorot Termasuk Milik Hapsoro
BMRI Tebar Dividen Interim Rp66, Total 20% Laba Bersih Medio 2026
Meroket Ratusan Persen, Saham-Saham Ini Kena Setop BEI





