Akselerasi Deposit Emas, Emiten ini Guyur Dana Eksplorasi USD11,4 Juta
:
0
Tampak seorang pekerja memeriksa material di area pabrik pemurnian milik perseroan. Foto - Dok EMAS
EmitenNews.com - Merdeka Gold Resources (EMAS) membeber hasil positif kegiatan eksplorasi Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Hasil pengeboran menunjukkan keberadaan mineralisasi emas sehingga membuka peluang bagi pengembangan sumber daya mineral Pani di masa mendatang. So, EMAS telah menyetujui program eksplorasi senilai USD11,4 juta untuk periode 2027.
Hasil eksplorasi itu mencakup tiga area, yakni Pani Deep, Pani Gap Area, dan Kolokoa. Temuan itu, memberi tambahan data geologi sekitar deposit Pani sekaligus menjadi dasar bagi pengeboran lanjutan untuk menguji potensi perluasan mineralisasi emas, dan mengevaluasi peluang penambahan Sumber Daya Mineral Perseroan di masa mendatang.
“Hasil pengeboran makin memperkuat keyakinan kami terhadap potensi sistem mineralisasi Pani lebih luas. Mineralisasi masih ditemukan di luar sebagian batas model sumber daya saat ini, sementara hasil area lain membuka peluang eksplorasi tambahan sekitar deposit utama Pani. Kami akan menguji potensi itu, secara sistematis melalui pengeboran lanjutan sebagai bagian memperkuat basis sumber daya mineral, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang EMAS” ujar Boyke P. Abidin, Presiden Direktur Merdeka Gold Resources.
Pengeboran di Pani Deep menemukan mineralisasi emas signifikan, baik di dalam maupun bawah area Sumber Daya Mineral telah ditetapkan saat ini. Salah satu hasil utama mencatat interval mineralisasi sepanjang 193 meter dengan kadar rata-rata 0,94 gram emas per ton, termasuk interval sepanjang 124,9 meter dengan kadar rata-rata 1,31 gram per ton. Sementara itu, lubang bor lainnya menemukan mineralisasi emas sekitar 65 meter di bawah batas Sumber Daya Mineral saat ini, yang mengindikasikan sistem mineralisasi Pani masih berlanjut ke kedalaman.
Pengeboran di Pani Gap Area dan Kolokoa juga menunjukkan peluang eksplorasi lanjutan sekitar Sumber Daya Mineral yang telah ditetapkan. Di Gap Area, berada tepat di sebelah selatan deposit utama Pani, pengeboran menemukan zona mineralisasi emas yang luas, dan relatif dekat permukaan sekitar batas Sumber Daya Mineral saat ini. Sistem mineralisasi kawasan itu, juga masih terbuka ke arah barat daya. Adapun di Kolokoa, pengeboran tahap kedua kembali menemukan mineralisasi emas, baik di dalam maupun di luar Sumber Daya Mineral perdana yang diumumkan pada Juni 2026 lalu.
Pengeboran selanjutnya fokus menentukan sebaran, dan kesinambungan mineralisasi, dengan hasil diharap menjadi dasar bagi rencana pembaruan Estimasi Sumber Daya Mineral Kolokoa. Untuk menindaklanjuti peluang itu, EMAS telah menyetujui anggaran eksplorasi USD11,4 juta pada 2027 guna membiayai pengeboran sepanjang 50.000 meter di Pani dan sejumlah target eksplorasi di sekitarnya. Program itu, fokus pada pengembangan Sumber Daya Mineral, pengujian perluasan mineralisasi telah diketahui, dan pengembangan peluang eksplorasi lainnya.
Meski begitu, hasil pengeboran terbaru itu, masih merupakan hasil eksplorasi, dan belum merupakan Estimasi Sumber Daya Mineral maupun Cadangan Bijih baru. Pengeboran tambahan dan evaluasi teknis lebih lanjut masih diperlukan sebelum mineralisasi potensial teridentifikasi di luar model sumber daya saat ini dapat dimasukkan dalam Estimasi Sumber Daya Mineral pada masa mendatang. (*)
Related News
Baru 8 Hari Jalan, Emiten Prajogo Hentikan Buyback Jumbo
Bank Mandiri Alihkan Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar
Hingga September 2026, Astra (ASII) Catat Pendapatan Stabil di Rp243T
Hingga September 2026, Penjualan Energi Mega (ENRG) Capai USD426 Juta
Kurangi Porsi Sang Komut Tetap Pengendali Saham Atlantis Subsea (ATLA)
SMSM Raih Dividen Nyaris Rp3M dari Entitas Anak Tokyo Radiator Selamat





